Dewan Janji Akomodir Hasil Reses

0

SERPONG – Laporan hasil reses perdana 2016 akan diparipunakan hari ini di STIP Sahid, Pamulang. Seluruh reses di setiap daerah pemilihan (dapil) akan dibacakan masing-masing perwakilan Dapil.
Ketua DPRD Tangsel, Moch Ramlie, mengungkapkan dalam paripurna tersebut akan diundang pula Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sekaligus mendengarkan rangkuman hasil aspirasi masyarakat Tangsel pada masa reses beberapa waktu lalu.
Setelah diparipurnakan, DPRD Tangsel akan mengakomodir apa yang menjadi aspirasi masyarakat Tangsel dan juga akan mengawal aspirasi tersebut.
“Partinya akan kita akomodir seluruh aspiriasi prioritas masyarakat dalam reses kemarin, dan akan kita akomodir pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 nanti,” ujarnya.
Ramlie juga mengatakan, reses yang bertepatan juga dengan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan itu, juga akan disinergikan dengan usulan masyarakat pada musrenbang.
“Karena dewan juga hadir dalam kegiatan musrenbang, dan kegiatan reses kali ini bersamaan dnegan kegiatan musrenbang, maka akan kita sinergikan nantinya usuilan atau aspirasi masyarakat di reses dan musrenbang,” tuturnya.
Sinergi yang akan dilakukan nantinya, yaitu ketika ada usulan yang tidak tertampung dalam kegiatan musrenbang dan selanjutnya diakomodir oleh dewan dalam aspirasi pada kegiatan reses.
“Karena ini sudah mnejadi fungsi kita untuk memperjuangkan aspuirasi masyarakat, dan tentunya kita juga akan menjalin komunkasi yang baik agar SKPD terkait juga bisa menjalankan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat nantinya,” ujarnya.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidyatullah Jakarta, Zaki Mubarak mengatakan, masyrakat pun harus terlibat mengawal aspirasi yang mereka sampaikan dalam kegiatan reses.
“Masyarakat juga jangan menyerahkan seluruhnya kepada dewan, tetapi harus dikawal juga aspirasi yang mereka sampaikan dalam reses dewan kemarin. Agar semuanya benar-benar terakomodir tidak hanya sekadar janji saja,” ujarnya.
Zaki mengatakan, jika hasil apirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses itu tidak terealisai pada pengangaran selanjutnya, maka masyarakat pun harus mempertanyakan alasannya.

“Masayarakat juga harus mempertanyakan jika aspirasi itu tidak terealisasi, apakah memang tidak masuk dalam program pembangunan pemerintah atau memang tidak diperjuangkan oleh wakil rakyatnya,” paparnya. (Tangselpos).