Masyarakat Menunggu Penertiban "Lokalisasi" Serpong

0
    Operasi PSK oleh Satpol PP Tangsel

SERPONG. Masyarakat kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel   menagih janji   Pemkot Tangsel yang akan menutup warung remang-remang (warem), yang sering dijadikan tempat esek-esek. Pasalnya hingga kini rencana penutupan “lokalisasi” tersebut belum juga diwujudkan. 


“Rapatnya sudah diadakan  setengah bulan lalu. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Harusnya lebih cepat lebih baik. Biar tak terus berkembang,” kata Goyim, warga Buaran yang tinggal tak jauh dari “lokalisasi”.


Menurut Goyim,  masyarakat sekitar sudah muak dengan warem yang ada. Mereka para PSK kalau pakai baju seksi –seksi kelihatan auratnya. Suka mabuk. Pengunjungnya pun demikian, mabuk-mabukan. Itu sangat meresahkan.


“Yang lebih meresahkan lagi, perilaku mereka mempengaruhi anak-anak muda Buaran. Kini anak muda Buaran suaka mabuk mabukan,” tegas Goyim. 


Goyim menduga, belum ditutupnya “Alang Alang” karena warem tersebut punya  beking kuat sehingga Pemkot Tangsel tarik –ulur.


Persuasif

Tekad Pemkot untuk menutup Alang alang  tampaknya  sudah bulat. Cuma dalam penutupan akan dilakukan dengan cara persuasif. Hal itu dinyatakan  Camat Serpong Mursinah. Caranya? Sebelum dilaksanakan penertiban pihaknya akan  memang¬gil dulu  para pemilik warung remang-remang agar mau membongkar warungnya secara sukarela.


“Kami akan memanggil para pemilik warem yang rata-rata adalah warga setempat, dan juga pemilik lahan sehingga mereka tahu kalau kami tengah melakukan sosialisasi terkait pembongkaran kawasan Alang-alang,” kata Mursinah, minggu lalu.
.

Menurut mantan Sekretaris Kecamatan Ciputat Timur ini, dalam rapat sosialisasi pembokaran warem Alang-alang di Buaran telah disepakati dilakukan pemetaan dan identifikasi lokasi dan pemilik wa¬rem dan akan diberikan surat peringatan terlebih dahulu, jika mem¬bandel akan langsung dieksekusi.


Wanita penghibur di warem Alang-alang yang mencapai 150 orang. Mereka merupakan warga luar kota. Diharapkan dengan adanya penutupan  para wanita penjaja cinta itu beralih profesi atau kem¬bali ke kampung halamannya masing-masing.(TM