Masyarakat Protes, Tangsel Tolak 70 Bus Trans Jakarta

0


 
70 Bus Trans Jakarta Untuk Tangsel
Masyarakat Kota Tangsel mengkritik keras usaha menghalang –halangi masuknya bus Transjakarta ke Kota Tangsel. Pasalnya, masyarakat masih perlu moda transportasi umum  bus untuk mengurangi kepadatan lalulintas ke Jakarta dan  kepadatan penumpang commuter line

“Bayangkan saja, sekarang kalau sudah jam  06.00 jalanan kearah Jakarta macet dan padat merayap karena banyak yang pake kendaraan pribadi,” kata Aiman Tarso, warga Bintaro. “Naik kereta commuter juga sami mawon. Kalau  pagi desak-desakan kayak ikan asin. Ini menunjukan, Tangsel masih perlu tambahan moda transportasi umum ke Jakarta.”

Aiman menambahkan, mestinya lembaga terkait di Tangsel jangan asal menolak rencananya masuknya bus TransJakarta. Bikin saja kajian kelayakan yang komprehensif. “Kalau alasannya karena jalan di Tangsel tak memadai untuk bus  Trans Jakarta, kenapa bus –bus anta kota dibolehkan masuk terminal 

Pondok Cabe. Padahal terminal ini untuk angkot Tangsel?”uja Aiman yang penah mengeyam S2 transpotasi.
Seperti diketahui, bus Transjakarta ingin  membuka koridor di Ciputat dan BSD.  Transjakarta ingin memasukan sebanyak 70 unit dari total 600 se-Jabodetabek  beroperasi di koridor Tangsel- Namun sejumlah awak kendaraan yang tegabung dalam Oganda  bakal menolaknya dengan alasan infrastruktur belum siap dan angkutan serupa sudah banyak jumlahnya.  
DPD Organda Banten minta agar  dilakukan  negosiasi  dengan  Badan Transportasi Jabodetabek supaya keberadaan angkutan di Tangsel tidak mati. “Lebih baik  membenahi dan mengoptimalkan eksisting moda transportasi yang ada. Di Tangsel sudah cukup banyak bus ke Jakarta. Maka tidak perlu ditambah lagi,” Kata Yusron Ketua Organda Tangsel seperti dikutip media.
Tapi menurut  Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel, rencana TransJakarta masuk Tangsel masih taraf penjajagan.  Kadishubkominfo  Sukanta menuturkan,  Tangsel memang  termasuk menjadi program terintegrasi Transjakarta. Saat ini pihaknya  sedang diminta data-data terkait jalan dan keberadaan angkutan yang ada.

“Tangsel baru dimintai data oleh Dishub DKI, apa yang perlu dibantu. Kami pun sedang berkoordinasi dengan Organda,” terang Sukanta.(TS)