Wali Murid Protes, PPDB online di Tangsel Sering Error

0



H.Mathodah, Kep Dindik. PPDB Tangsel sering error. (foto: Ist)
Sejumlah wali murid dan siswa mendatangi  ruang bagian Dikmen (Pendidikan Menengah) Dinas Pendidikan Kota Tangsel.  Pasalnya, mereka kesulitan mendaftar masuk SMA dan SMK  melalui online. Pasalnya, situs www.ppdb. tangerangselatankota.co.id  tempat melalukan pendaftaran sering error tak bisa diakses, entah apa sebabnya.

Beberapa wali murid yang dihubungi ww. cipasera.com   saat  sedang mengadukan persoalanya di Kantor Dindik Kota Tangsel di Serpong, rata –rata menyebut ,  situs ppdb sulit diakses. Kalau pun bisa untuk mengambil print out  formulir tak bisa dilakukan alias blank.

“Saya dan anak saya lebih dari tiga jam tak bisa mengakses www.ppdb.tangerangselatankota.co.id. Eh… giliran bisa login, kelanjutannya tak bisa diprint…blank semua,” kata Ariana, salah satu wali murid  yang tinggal di Bintaro. “Terpaksa saya datang kesini. Dan tenyata disini banyak wali murid yang punya problem sama,” tambah  Ariana.

Lain lagi dengan pengalaman yang dialami Ny Diana, warga Serua  Indah. Dia mengatakan, dia bisa login dan bisa mengisi formulir di pilihan satu. “Tapi giliran mengisi pilihan sekolah ke dua, blank….Berkali –kali dicoba terus begitu. Ini aneh sekali,” kata Ny Diana. “Kami sebagai orang tua khawatir kalau anak  tak bisa mendaftar. Anak saya NEM-nya tinggi lo..”

H. Mathodah, Kepala Dindik Kota Tangsel saat dihubungi tak ada di kantor. Seketaisnya mengatakan, atasanya sedang ke Jakarta.

M.Ucha, Humas Dindik Tangsel saat dihubungi melalui HP mengatakan, kesulitan mengakses  situs ppdb disebabkan banyak yang belum tahu caranya. “Loginnya harus benar dulu. Setelah itu baru masuk ke menu yang lain. Kalau masih belum bisa ulangi lagi. Tadi semua sudah dijelaskan oleh Dikmen,”kata Ucha.  Selanjutnya Ucha menyatakan, pendaftaran lewat online ditutup selasa jam 00.00.

Sejumlah wali murid mengusulkan,  banyaknya  pendaftaran online yang error  sebaiknya diberi alternative mendaftar langsung  di sekolah seperti tahun sebelumnya. Dengan begitu lebih aman.
“Kalau situs sering  error masyarakat sangat dirugikan. Meskipun bisa menuntuntut ke ombudsman, target serapan siswa bisa tak tercapai,” kata Yasid Dio,salah satu  wali murid. (TS)