Pasangan Wahidin H - Andika Diramal Jeblok

0


WH. Usia Pensiun Nyalon. (Foto: Ist)


Pasangan Calon Gubernur /Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim  - Andika Hazrumy  diramalkan akan jeblok alias tak laku mendulang suara. Sebab dua sosok ini punya kelemahan yang fatal yang sulit untuk menyakinkan pemilih.

Hal itu dikatakan Edy Nam, aktivis Liga Mahasiswa yang bermarkas di UIN Ciputat, Tangsel. Menurut  mahasiswa asal NTT ini, kelemahan sosok  Wahidin Halim, dia umur sudah uzur. Sementara tren sekarang, masyarakat mencari pemimpin yang muda dan bersih. “Umur di atas enam puluh, di mata masyarakat, itu usia pensiun. Sudah tak lincah dalam bertindak, berfikir maupun mengatasi masalah,” ungkap Edy. 

“Semenatra masyarakat Banten perlu pemimpin yang lincah, cerdas, bersih  dan kreatif untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan pendidikan.”

 Sementara sosok Andika Hazrumy belum dikenal prestasinya di masyarakat. Dia bisa  melenggang ke Senayan, itu karena pengaruh keluarganya. Dahulu ia anak Gubernur Atut Chosyah. Dan kemudian Ratu Atut dijebloskan ke penjara garagara terlibat kasus suap Pilkada.

“Apa prestasi Andika? Tak ada yang menggetarkan. Masyarakat juga akan enggan memilih lantaran keluarganya  tersandung korupsi besar,” ungkap Edy.

Wahidin  Halim  hari ini kepada media menyatakan, ia  mantap memilih Andika Hazrumy sebagai calon wakil guernur  untuk duet bareng pada Pilgub Banten 2017. Mantapnya mantan Walikota Tangerang ini  bergandengan dengan  Andika  tersebut seiring  dorongan dari partai politik yang sudah disampaikan secara resmi  oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Golongan Karya (Golkar).

“Dengan mengucapkan “Bismillahirrohmanirrohim”, saya telah memutuskan untuk memilih Andhika Hazrumy sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi saya pada Pilgub Banten 2017,” tulis Wahidin Halim melalui surat terbuka yang diterima kalangan media, Minggu (6/8/2016).

Pria yang karib disapa WH ini menyadari tidak semua orang setuju dengan pilihannya, tetapi ditegaskan WH semua itu telah melalui pertimbangan matang, aspirasi dari masyarakat, masukan dari berbagai kalangan, dan melihat dari realitas sosial dan politik. “Dan tentu, seraya memohon petunjuk dari Allah SWT, sehingga saya mengambil keputusan demikian,” terang anggota Fraksi Demokrat DPR RI ini. (TS)