Chavcay Saefullah Minta Pendopo Gubernur Dijadikan Taman Budaya Banten

0


 
Chavcay Lagi Beraksi di Gaweart (foto:Ist)

Pagelaran Banten Gawe Art  yang diprakarsai Dewan Kesenian Banten (DKB) di eks Pendopo Gubernur Banten (3-4/9/2016) belangsung sukses. Sejumlah  penyair, pelukis, dramawan, penari, dan yang lainnya kumpul dan unjuk gigi. Alhasil, gedung yang biasanya sepi jadi sepeti hidup kembali. Semarak penuh tepuk tangan

Dari sisi penonton memang cukup ramai. Demikian halnya dengan pengisi acara yg datang dari tujuh  Dewan Kesenian Kab/Kota yang ada di provinsi Banten.  Mungkin kehadiran mereka selain pentas, ingin pula saling berdialog sesama seniman Banten.  Konon, memang kegiatan ini diadakan  tujuan utamanya  untuk medium  silahturahim agar  seniman jangan tekotak -kotak.

Sepeti dikutip sebuah situs komunitas, Ketua DKB Chavchay Syaifullah mengatakan, seniman tekotak –kotak  terjadi karena para seniman di Banten belum memiliki sebuah rumah yang menjadi katalisator serta ruang untuk silaturahmi para seniman. Sehingga interaksi para seniman itu masih dalam cakupan komunitas saja. Padahal para seniman di Banten memiliki spirit kebersamaan yang kuat untuk mengembangkan kesenian di daerahnya.

Chavcay juga menegaskan, DKB  bukan sebuah komunitas, tapi  sebuah rumah yang di dalamnya mengayomi atau membuka pintu bagi seluruh komunitas (seni) di Banten yang memiliki komitmen untuk memajukan  dunia seni di Banten.

Maka dari itu DKB dengan lugas mengatakan  kepada Pemerintah Provinsi Banten,  agar segera membuat  Pergub Kebudayaan ,  yang salah satu klausulnya menuntut agar eks Pendopo Gubernur menjadi sebuah Taman Budaya. Dengan demikian, para seniman di Banten pun bisa lebih intens bersosialisasi dengan berbagai kegiatan, bertukar pikiran dan ide dari masing-masing seniman dalam satu tempat yang nyaman bagi mereka.
  
“Sebetulnya de facto, Pendopo bukan  lagi menjadi Rumah Dinas Gubernur. Gubernur sudah punya rumah dinas sendiri . Dan gedung ini sebetulnya tidak ‘bertuan’. Jadi lebih baik digunakan untuk  pembinaan  kebudayaan," pungkas Chavcay .(NN/KRD)