Sekali Dalam Hidupnya, Titin Terharu Didatangi Pejabat Tangsel

0

Purnama Wijaya menyerahkan bantuan kepada Irsad. (Foto: TW)

Cipasera.com – Ada rasa haru menyelimuti hati  pasangan kakek -nenek duafa Irsad- Titin. Betapa tidak. Tanpa diduga ia dikunjungi  pejabat ganteng, Drs Purnama Wijaya Msi, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi kota Tangsel Purnama yang didampingi  Salbini SH, Kasi Penaggulangan Bencana tersebut, tanpa jengah masuk dan duduk di bale-bale rumahnya  Irsad yang renyot.


"Baru kali ini seumur hidup saya ada pejabat datang ke rumah,” kata Titin, nenek renta itu terharu, “Entah tahu dari mana kalau saya orang ga punya, hidup susah.”


Titin dan Irsad memang pasangan kurang beruntung. Hidup di rumah reyot, yang kurang layak huni. Kalau mau pergi ke sumur pun susah. Sumurnya terletak di depan rumahnya berjarak 40 meter. Sementara  jalannya  tertatih –tatih. Bahkan suaminya untuk jalan harus dipapah.


Titin – Irsad berusia sekitar 75 tahun. Pasangan ini tinggal di RT 5 RW 4, Maruga, Sarua, Kota Tangsel. Sekitar 100 meter dari Kantor Walikota yang baru. Pasangan  ini tak punya keturunan, keluarganya pun dari kelompok kurang mampu. Alhasil, untuk makan hanya menunggu belas kasihan tetangganya. 


“Kami dari Dinsos Tangsel terketuk begitu mendengar  informasi hidup keluarga pak Irsad,” kata Purnama Wijaya, kepada www.cipasera.com , Senin (10/10). “Untuk itu kami datang membawa bantuan, untuk meringankan bebanya. Rumahnya juga dalam kategori dapat ‘bedah rumah’, tapi  soal rumah itu bukan poksi Dinsos.”


Dan Purnama pun dengan serta merta memberikan bantuan dua karung beras, dua kardus sarden kaleng, minyak goreng dll. Tak lupa diberikan pula setumpuk selimut.

“Ini diterima Nek. Cukup untuk persediaan dua bulan,” kata Purnama. Dan Titin menerima  Cuma dengan anggukan kepala.  


Tak hanya Irsad – Titin yang hari itu dapat bantuan. Sejumlah warga miskin Kota Tangsel di sejumlah kelurahan pun disambangi  Purnama Wijaya dan lima orang stafnya.


“Kita harus bereaksi cepat kalau ada info,  masyarakat  butuh bantuan. Mereka yang butuh bantuan segera diberikan. Kalau untuk orang kurang mampu kite jabanin, “kata Salbini dengan logat Betawinya. (Ts)