Ayah Eno Parihah Sedih Ingat Kematian Anaknya

0


 
Arif, Ayah Eno Parihah Sedih di Pengadilan (Foto: Ist)

Cipasera.com - Sidang pembunuhan Eno Parihah, 18 yang dibunuh dengan kemaluan dimasuki gagang cangkul  di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (2/11/2016) menghadirkan  mendengar keterangan saksi,  Arif  Fikir, ayah Eno dan  tiga teman kerja Eno, Izroh, Hurairoh dan Atika.

Dalam kesaksiannya, Arif menjelaskan  anaknya baru bekerja enam bulan di PT Polyta Global Mandiri, di RT 04/01, Desa Jatimulya Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Eno  tinggal di mess pabrik baru satu bulan.

“Dia seminggu sekali suka  pulang ke rumah,” kata Arif.  Menurut  Arif, anaknya tidak memiliki teman dekat pria atau kekasih. Di mata Arif   Eno adalah anak  baik dan  pendiam. Dia terkesan  tertutup sehingga dia tidak tahu jika anaknya tersebut punya masalah.

“Saya enggak tahu, dia enggak pernah cerita,” jelas Arif dengan muka sedih dan matanya basah air mata.

Selama persidangan Arif memang  terlihat sedih saat menceritakan soal anaknya. Suaranya pelan saat memberi keterangan kepada Majelis Hakim. Matanya seperti basah mau nangis.  

“Saya kalau harus cerita suka teringat lagi, kasihan sama dia. Mataninya begitu, ” katanya. 
Sementara berdasarkan keterangan Izroh dan Hurairoh, sebelum mengetahui Eno meninggal, mereka merasa curiga, karena kamar nomor empat digembok dari luar.

“Pas pagi-pagi pulang dari pabrik, kita enggak bisa masuk kamar karena kamar digembok, saya kira Eno lagi keluar. Tapi saat didobrak paksa sama penjaga mess, ternyata Eno sudah tergeletak bersimbah darah di kasur dengan tanpa busana,” kata Isroh. (Ts/TN)