Inilah Butar Butar Perampok Sadis Pulo Mas. Habis Ngrampok Narik Angkot

0


 
Anak Buah Butar -Butar Yang Berhasil Dilumpuhkan Polisi (Foto: Ist)

Cipasera.com –Siapakah pimpinan perampok sadis yang membunuh Ir Dodi Triono dan lima lainnya  di Pulo Mas, Jakarta Timur? Tak lain Ramlan Butar –Butar. Tapi  meski sadis dan berdarah dingin, Ramlan saat ditangkap  polisi teriak minta ampun.

"Ampun pak, ampun. Saya nggak ikut-ikutan," ujar Ramlan Butarbutar .

Ucapan memelas Butarbutar itu ditirukan  oleh Ucok (24) salah seorang warga Gang Kalong RT 08/02, Bojong Rawalumbu, Rawalumbu, Kota Bekasi yang menyaksikan penggerebekan  Ramlen dikontrakannya. .
Ucok mengaku, juga mendengar teriakan Butarbutar saat ditangkap polisi. Butarbutar membantah terlibat dalam kasus perampokan di rumah Dodi  Pulomas, Jakarta Timur pada Senin (26/12/2016) lalu.
"Dia sempat berteriak minta tolong dan membantah ikut terlibat. Tapi, polisi tidak tinggal diam dan tiba-tiba terdengar bunyi tembakan," kata Ucok.

Ucok tidak mengetahui pasti tembakan yang dilepas polisi itu menyasar ke mana. Apakah ke tubuh  Butar Butar  atau ke udara sebagai peringatan agar Butarbutar tidak melawan penyidik. Namun yang dia lihat, polisi sempat mengevakuasi dua pria dari rumah kontrakan itu.

Masing-masing pria itu digotong empat polisi menggunakan sehelai handuk warna hijau. Tubuh mereka kemudian dimasukan ke dalam mobil ambulans yang telah menunggu di mulut gang kontrakan. Bahkan Butarbutar kembali berteriak bahwa dirinya tidak terlibat saat hendak dimasukan ke dalam mobil ambulans.

Butar –Butar  memang perampok licin nan sadis. Sumber di kepolisian di Polrestro Bekasi Kota mengaku, tahu sosok Ramelan Butarbutar Cs. Setiap merampok, kata dia, Butarbutar berperan sebagai kapten dan memiliki empat anggota.

"Dia otak  perampokan tu, karena dia berperan sebagai kapten setiap aksinya," kata dia.

Suatu kali saat Butar Butar ditangkap dan diwawancara. Ia  mengaku pada tahun 2008 pernah ditahan karena kasus perampokan, meski telah menghirup udara bebas ia kembali mengulangi perbuatannya. Sebenarnya jauh sebelumnya ia memiliki pekerjaan halal yakni menjadi sopir taksi.

Namun lantaran dipecat pada tahun 2002 ia kemudian merekrut rekan-rekan sesama sopir taksi pecatan lalu membentuk komplotan perampok spesialis rumah mewah. Ditanya alasan merampok, ia mengaku terpaksa merampok karena tak memiliki pekerjaan tetap.

Dalam aksinya Ramlan selalu merencanakan dengan matang yakni menggambar denah dan menyusun strategi.

Dalam setiap aksi Ramlan selalu memanfaatkan mobil rental. Sudah banyak sekali aksi perampokannya berhasil dilakukan.  Hasilnya untuk apa? Hasilnya untuk mabuk dan foya-foya di tempat hiburan malam.

Habis Membunuh Narik Angkot
Seorang sopir angkot  teman kerja Ramlan Butarbutar mengaku terkejut mengetahui, Butarbutar terlibat kasus perampokan di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur pada Senin (26/12/2016) petang.

Soalnya, Butarbutar tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan. Apalagi Butarbutar tetap bekerja sebagai sopir angkutan perkotaan (angkot) K-11 jurusan Bantargebang-Terminal Bekasi, saat hari Senin (26/12/2016) pagi atau sebelum melakukan aksi jahat dan sadisnya.

Bahkan, Selasa (27/12/2016) atau sehari pasca perampokan di rumah Ir Dodi Triono, Butarbutar tetap menarik angkot untuk mencari penumpang.

Jaspen mengatakan sebelum ditangkap polisi, dia sempat mendatangi rumah kontrakan Butarbutar pada Rabu (28/12/2016) pagi. Kedatangan Jaspen ke sana hendak mengambil kunci mobil angkot.
"Saat saya datang ke sana, sudah ada dua teman Butarbutar. Tapi, saya tidak mengenalinya dan langsung keluar untuk narik penumpang," ungkapnya.

Selama ini, Butarbutar bekerja sebagai sopir angkot pengganti. Butarbutar biasa menarik penumpang dari pukul 05.00 hingga 10.00, sedangkan Yaspen dari pukul 10.00 hingga sore.
"Dia sopir pengganti saya sejak beberapa bulan ini," ungkapnya.

Jaspen menambahkan, tahu rekannya ditangkap polisi dari informasi para sopir di Terminal Bekasi.(Ts/Tbn)