Suara Tangis Misterius Direruntuhan Akibat Gempa Aceh

0



Reruntuhan  akibat gempa di Pidie. Ada juga misterinya. (foto: ist)
 

Cipasera.com- Ada kisah sedih dan misterius di puing –puing reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Di puing –puing di kecamatan Meurah Dua, seorang warga bernama Arifin   kebingunagan. Pasalnya, malam Kamis lalu ia keluar malam mendengar ada suara orang menangis. Saat didekati di puing –puing bangunan yang runtuh dimana suara itu berada, tiba –tiba suara berhenti. Tapi begitu dia beranjak sekitar 30 meter, suara itu terdengar lagi.


“Tapi begitu didekati, suara itu berhenti. Begitu berulang -ulang. Saya sorotkan lampu senter kearah suara, tapi reruntuhan tersebut tembok bangunan jadi sulit mencari mayat,” kata Arifin . “Terpaksa saya menunggu pagi. Di pagi hari tetap saja, runtuhan bangunan itu sulit didekati. Disini belum ada bantuan.”


Tim pencari dan penyelamat memang belum menyentuh secara menyeluruh. Tapi Kepala Seksi Operasi Badan SAR Nasional Al-Husain di posko penanggulangan bencana di halaman Kantor Bupati Pidie Jaya, Kamis (8/12/2016), mengatakan, sudah mendapatkan informasi masih ada korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, masih ada korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan dan tim terus melakukan evakuasi," katanya serta menambahkan tim pencari menggunakan ekskavator.

Al Husein  belum tahu pasti jumlah korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan. Tim yang meliputi aparat Basarnas, SAR, PMI, TNI, Polri, dan relawan masih terus berusaha mencari. .


Seperti diberitakan, gempa 6,5 SR mengguncang Aceh, pada Rabu (7/12/2016) sekitar pukul 05.03. WIB. Hingga kini sudah tercatat 102  orang  tewas dan 252  orang lebih luka berat dan ringan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, informasi terakhir yang diterima pihaknya menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal akibat gempa Aceh berjumlah 102 orang. Adapun rinciannya, di Kabupaten Pidie Jaya berjumlah 99 orang yang meninggal dunia, di Pidie satu orang, dan di Bireun dua orang meninggal dunia.

Menurut Sutopo, saat ini sebanyak 85 jenazah telah berhasil diidentifikasi.
"Sementara itu, ada satu orang hilang, 136 luka berat, dan 116 korban luka ringan," ujar Sutopo di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (8/12/2016). (Ts/Ant/Kom)