Politisi Senior: Politik Tukang Sulap Menyebar Fitnah

0


 
Habil Marati SE  (foto: Ist)

Cipasera.com – Sekarang  seperti sedang dijalankan politik tukang sulap  atau conjure secara sistematis, massif dan terstruktur, yakni   menyebar fitnah habis-habisan  bahwa gerakan  umat Islam, ormas Islam, gerakan para habaib  adalah intoleran, anti Pancasila dan anti bhinneka.

Hal itu dikatakan politisi senior Habil Marati kepada media melihat  fenomena yang sedang menampakan diri,  tidak hanya di Indonesia, tapi  juga negara-negara lain termasuk di Amerika Serikat.

“Para conjure akan menfitnah apapun yang dikatakan para ulama, habaib serta para ustadz yang menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok),” ujar Habil Marati dengan wajah serius, Selasa, 24/1/2017.

Para “tukang sulap”  itu, lanjutnya, akan merekam kemudian memilah dan kemudian melaporkan kepada penegak hukum. Mereka berupaya  mendisain secara sistematis  untuk mencoba menyingkirkan Islam dari sistem politik Indonesia.

Dalam  konteks  ini, bisa saja ada oknum penegak hukum yang bertindak menjadi melawan hukum dengan cara membenturkan ormas binaannya dengan ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI).

Menurutnya, FPI hanya ingin mengawal Habib Rizieq ke Bandung untuk diperiksa karena konon menistakan Pancasila. Padahal Pancasila itu bukan milik pribadi atau warisan Bung Karno pada Sukmawati Soekarnoputri.

“Semestinya,  semua rakyat mengadukan Habib Rizieq.  Namun kalau hanya Sukmawati yang melaporkan mestinya ditolak karena tidak quorum," kata Habil
 
Habil menegaskan FPI murni Pancasilais. Tak hanya FPI, seluruh umat Islam wajib mempertahankan Pancasila dan mengembalikan UUD 45 pada aslinya. Pancasila jelas-jelas menolok atheis dan sekuler apalagi komunisme.

“Kita harus sadar bahwa para conjure ini memilki agenda ingin menyulap Indonesia menjadi negara sekuler dan komunis anti agama. Para conjure inilah yang memiliki agenda mendelegitimasi Pancasila sebagai ideologi negara menjadi ideologi sekuler dan  komunis,” ungkap politisi PPP ini.

Untuk itu, Habil meminta umat Islam dan TNI bersatu meluruskan manakala ada ulama, habaib atau ustadz yang dikriminalisasi oleh penegak hukum  sepanjang mereka berjuang untuk NKRI berdasarkan Pancasila. (Ts/MP)