Rekening "Tanpa Nama" Terkait TKS Dindik Tangsel Ditemukan BPK

0


 
Kantor BPK Provinsi Banten (Foto: ist)


Cipasera.com – Sungguh mengejutkan, tanpa diduga BPK Banten  menemukan rekening titipan di BJB milik Pemkot Tangsel yang tidak diketahui oleh DPPKAD Kota Tangsel.


Temuan tersebut terungkap  dalam LHP BPK Provinsi Banten  yang menyebutkan, berdasarkan pemeriksaan diketahui  adanya  rekening titipan di Bank Jabar  dengan Nomor 0182823728360 atas nama Titipan Nasabah Bendahara Gaji.  Hasil wawancara dengan Kasi Kasda diketahui,  rekening tersebut bukan bagian dari rekening kas daerah dan tidak diketahui oleh DPPKAD.


Rekening dibuat  oleh BJB dengan tujuan untuk menampung pengeluaran gaji seluruh SKPD (dinas –dinas dan kantor) dan honorarium Tenaga Kerja Sukarela (TKS) pada beberapa SKPD yang telah dikeluarkan dari kas daerah sebelum ditransfer ke masing-masing rekening tujuan.


Diketahui pula berdasarkan  pemeriksaan  diketahui adanya  pengeluaran honorarium TKS pada Dinas Pendidikan yang  diakui sebagai belanja tetapi masih ditampung pada rekening titipan. Itu  karena TKS  penerima  sudah tidak aktif bekerja.  Dalam rekening titipan, transaksi tersebut diuraikan dengan istilah “pending”.  Dana ditahan dulu di rekening titipan untuk menunggu keputusan selanjutnya.


Seperti diketahui,  pemberian honorarium TKS pada Dinas Pendidikan dilakukan setiap Triwulan yang dicairkan pada awal bulan berikutnya.   Hasil pengujian secara uji petik menunjukkan, pada tanggal 9 April 2015 Dinas Pendidikan mengajukan permohonan pencairan honorarium Triwulan I ke BUD. Kemudian diterbitkan SP2D Nomor 959.4/1395/LS-BL/BUD/2015 tanggal 10 April 2015 untuk pembayaran honorarium sebesar Rp9.398.250.000,00.


H.Mathodah, mantan kepala Dindik Tangsel  yang  kini menjabat Kepala Inspektorat Tangsel saat dihubungi  cipasera.com di kantornya  Rabu, 25 /1/2017  tak ada di tempat. Edi Kusuma, Manager Operasiomal  BJB cabang BSD Kota Tangsel  seperti dikutip  online tangerang  membenarkan bahwa ada rekening titipan tersebut. Tetapi seperti apa dan bagaimana rekeing itu, Edi tak mau bicara lebih detail. (Ts/TGRNews)