Gara-gara Video Youtube Dua Warga Kecamatan Bentrok di Tangerang

0


  
Mobil Baracuda Patroli di Tegal Kunir . (Foto : Ist)
Cipasera.com – Bentrok  warga dengan  saling lempar batu dan mengerahkan ratusan orang dari kedua belah pihak, antara  warga Desa Kosambi Kecamatan Sukadiri dengan Desa Tegal Kunir Lor Mauk yang berlangsung Sabtu tampaknya reda pada minggu  (12/3/2017).

Ini terlihat dari suasana di dua kecamatan tersebut. Warga mulai beraktivitas seperti biasa. Dan banyak warung makan seperti pecel lele dan nasi goreng sudah mulai buka.

“Alhamdulilah, suasana sudah tenang. Sekarang saya buka lapak,” kata Samun, tukang nasi goreng yg biasa mangkal di pertigaan  Tegal Kunir. “Kemarin Sabtu saya tutup. Ngeri.”   

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Asep Edi Suheri mengatakan, suasana sudah reda, kita sudah lakukan mediasi dengan para tokoh dikedua belah puhak. Semua harus jaga kondusifitas,”kata Asep kepada wartawan.

 
Menurut Kombes  Pol Asep, bentrok dikarenakan kedua warga berbeda kecamatan itu diakibatkan  video nerjudul Jambret Hape yang diunggah dilaman YouTube. Video itu  tentang seorang penjambret yang tewas dikeroyok massa pada Sabtu 04/03/2017) lalu. 


Seorang terduga penjambret yang berasal dari Desa Tegal Kunir tersebut dikeroyok massa hingga tewas. Saat hendak mengeroyok, ada orang yang mengumpat  kepada si Penjambret: Orang  Tegal Kunir matiin aja..!!

Umpatan tersebut rupanya  kemudian memicu emosi  warga Desa Tegal Kunir. Mereka pun menghimpun kekuatan untuk melakukan penyerangan terhadap warga Kosambi. Mereka  membawa  peralatan seperti senjata tajam, kayu dan alat senjata tajam  lainnya. Massa pun sempat membakar kayu  dan ban di tengah jalan.

 
Kepolisian  pun turun   berjaga-jaga di. dibeberapa titik jalan itu dengan  puluhan mobil Yonkav-9 SDK dan Barracuda. Satuan  Brimbob dari Polda Banten pun dikerahkan. (Red/ts)