Tanah Di Pakuhaji Dikuasai Pengembang, Warga Protes

0


 
Lahan mulai digarap


Cipasera.com -  Jaringan Anak Rakyat (JANKR) mendatangi  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang untuk mengadukan soal lahan di Pakuhaji. Sementara bersamaan dengan itu, warga Dandang, Cisauk juga mengadukan masalah yang sama, lahan diserobot. 


Darma, perwakilan JANKR menyatakan, sejak  para pengembang masuk  ke wilayah Pakuhaji, pantai dan lahan pertanian mulai dikuasai.


“Ini karena  mereka yang datang ke wilayah kami ada empat sampai lima pengembang. Ada satu  pengembang kuasai  hampir 500 hektar tanah warga yang dibeli. Kalau ada lima, maka Pakuhaji akan dikuasai pengembang,” kata Darma, Senin (20/3/2017).


Memang diakui oleh mereka, Warga tidak bisa melarang  pembangunan di wilayah Tangerang Utara, khususnya Kecamatan Pakuhaji. Tapi jangan sampai tanah dialihfungsikan. Kalau tanah dibeli pengembang lantas diahlifungsikan, maka kehidupan warga  ke depannya  yang mayoritasnya petani  tak bisa lagi  mencari nafkah.


Saeful, warga Pakuhaji menambahkan, lahan yang sudah dimiliki pengembang saat ini telah dibangun beberapa akses jalan dan gedung, diantaranya di Desa Laksana dan Desa Kali Baru.


Dia menegaskan, jika Pemkab Tangerang dan DPRD tidak bisa menindaklanjuti pengembang yang telah melakukan pengalihan fungsi lahan ini, warga Pakuhaji akan meggelar perkara ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Nazil  membenarkan adanya laporan warga Pakuhaji terkait pengalihan fungsi lahan. Nazil  akan melakukan pengecekan di lapangan atas laporan warga Pakuhaji. Jika  ditemukan pengalihan fungsi lahan yang dilakukan oleh pihak pengembang, maka DPRD akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menindak lanjutinya.


“Soal  perizinan  nanti kita akan berkoordinasi dengan SKPD terkait supaya dihentikan. Tapi  untuk reklamasi itu bukan wewenang kita lagi. Itu  sudah dilimpahkan ke Provinsi,” lkata Nazil. (Red/R)