Walkot Tangsel Bikin Saber, Warga Sinis

0


Sebuah acara di kelurahan Jombang (foto: Ist)



Cipasera.com – Masyarakat Kota Tangsel sinis terhadap pembentukan TIM Saber Pungli oleh Airin Rachmi Dhiany, Walikota Tangsel. Sebab pembentukan  Tim Saber Pungli versi Tangsel akan tumpang tindih dengan Satgas Saber Pungli Pusat. Sebaiknya Wali Kota lebih memperbaiki pengawasan biroktasi dan meningkatkan pengawasan.

“Pungli di Tangsel sulit diberantas kalau birokrasinya centang perentang,” kata Salamun, Warga Vila Bintaro, Jombang, Ciputat. “Kita kasih contoh di kelurahan Jombang. Lurah Mansyur  sudah sangat sepuh dan tak efektif bekerja, tapi tak juga diganti. Udah gitu, yang bekerja di kelurahan itu kebanyakan kerabat lurah. Sekretaris Kelurahan sendiri   anaknya Mansyur. Lha ini kan aneh. Birokrasi kekerabatan kayak  gitu berpeluang  menciptakan  pungli.”

Salamun menambahkan,  kalau “sistem kekerabatan”  seperti itu banyak terjadi di Tangsel, harusnya sistem tersebut yang dibenahi dulu, baru tahap selanjutnya Saber. “Saya heran, kenapa Pak Lurah Jombang belum juga diganti,” tambahnya.     

Seperti diketahui, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany  membentuk tim saber pungli. Dia mengatakan, praktik pungli dinilai tak sesuai dengan upaya pemerintah yang tengah semangat melakukan upaya reformasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Pungli terjadi karena rendahnya kesadaran dan integritas birokrasi terhadap prinsip pelayanan publik serta lemahnya pelaksanaan sistem pengendalian internal," papar Airin di Aula Lantai 4 Balai Kota, Kecamatan Ciputat, Selasa (28/2/2017) .

Menurut Airin, Tim ini merupakan upaya mendukung program pemerintah pusat berdasarkan Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungliu yang banyak terjadi di sektor pelayanan publik. Pembentukan Satgas Saber Pungli melibatkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tangsel, kepolisian, Denpom Jaya 1/Tng, kejari, dan akademisi. (Red/*)