Buruh Anggap Rusunnami Ciputat Cicilannya Tinggi

0

Jokowi  didampingi Airin 


Cipasera.com- Para buruh dan pekerja non formal di Kota Tangsel menyatakan, meski tahun 2018 rusunami (Rumah susun hak milik) yang kini sedang dibangun di Sarua, Ciputat bakal mulai  dijual, namun  mereka pesimis mampu memilikinya.  Sebab cicilannya pasti tinggi.

“Memang Bapak Presiden bilang, sebulan Rp 1,2 juta tapi pada praktiknya, pasti lebih dari itu. Bisa dua kali lipat,” kata Dasril, buruh las di PT Tahyu Jaya Indo kepada cipasera.com, Jumat, 28/4/2017,” Kalau pun mampu, pasti hidup morat marit. Sebab UMR hanya Rp 3,4 juta. Tak cukup.”

Hal senada diungkapkan Darsono, pekerja informal.”Ya hidup kita kan bukan hanya membiayai cicilan Rp 1,2. Pasti  nanti ada pungutan yang lain seperti bayar listrik, air, keamanan dll. Sebulan pasti bisa Rp 2 jutaan. Nah buat makan apa. Sementara penghasilan Cuma Rp 3,5 juta per bulan.”

Darsono menambahkan, supaya Rusunami tak jatuh pada orang kaya, mestinya pemerintah menutunkan sewa perbulannya. Dan seleksi kepemilikannya ketat.  

Seperti kita ketahui, kemarin  Presiden Jokowi  meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking rumah susun sederhana hak milik (Rusunami) untuk buruh atau masyarakat berpenghasilan rendah. Rusunami tersebut terletak di Jalan Raya Bukit Sarua, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Presiden Jokowi mengatakan Rusunami tersebut akan dijual seharga Rp 293 juta dengan DP 1% atau Rp 2,9 juta. "Di sini nanti harganya Rp 293 juta, DP 1%, jadi berapa itu? Rp 2,9 juta. Mampu ndak?" kata Jokowi dalam sambutannya. "Kalau mampu, saya akan dorong terus, agar BUMN, baik BPJS Ketenagakerjaan atau PP, untuk bangun ini. Lalu per bulan nyicilnya berapa? Rp 1,2 juta. Mampu ndak?" kata Jokowi. 

Buruh yang hadir serentak menjawab mampu. Kepala Negara mengatakan Rusunami tersebut sangat layak huni. Jokowi mencontohkan Rusunami tipe 30 dilengkapi dengan fasilitas dua ruang kamar, ruang tamu dan dapur. (Ts/Red/Tb)