Imam Taraweh Ini Wafat Saat Baca Ayat Terakhir Al Fatihah

0


Pemakaman Jakarsih. Sejak muda sudah jadi iman sholat. (foto: Ist)


 Cpasera.com–  Kematian  adalah hal misteri,  hanya Allah SWT yang tahu.  Namun  tetap saja kematian Jarkasih, imam  taraweh di Mushola Al Fajri di jalan  KH Khalid, Samarinda Ilir , Jumat 26/5/ 2017 lalu  membuat masyarakat terkagum –kagum. Sebab kematian  lelaki berusia 69 tahun saat membaca  ayat Al Fatihah , konon  tergolong  khusnul khotimah. Sebab dalam situasi yang baik, beribadah kepada-Nya.

Menurut  Helmi, salah seorang putra  Jakarsih yang juga  ikut dalam shalat taraweh,  ayahnya rebah saat  selesai mengucapkan  kalimah  terakhir  Al Fatihah : “Wa ladh dhoollin”,  pada rakaat ketujuh.

Meski demikian, salat tetap berlanjut.  Hardadi sebagai makmum maju menggantikan Jarkasih. Lafal surat-surat Alquran  Hardadi yang dibacakan terdengar begitu cepat. Ditutup dengan salam, makmum langgar yang didominasi kaum adam pun lantas  ramai.

Saat memandang tubuh   ayahnya dibaringkan  oleh jemaah, Helmi diliputi persaan tak karuan. Di tengah kehebohan jemaah,  “Saya mengontak  ambulans, minta tolong  karena lama menunggu pakai mobil warga untuk membawa  Abah ke rumah sakit,”kata  Helmi  kepada  media lokal  Kaltim Post .

Sebetulnya Helmi yakin ayahnya  sudah dipanggil sang Khaliq. Namun, pria berambut rapi itu ingin berusaha menolong Abahnya  ke rumah sakit.

Jarkasih  pun  dibawa ke  RS Bhakti Nugraha.  Dan dokter disana menyatakan,  Jakarsih telah meninggal dunia. Maka selanjutnya  jenazah dibawa ke kediamannya di Jalan AW Sjahranie, Gang Flamboyan, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu untuk disemayamkan.

Jakarsih  sebelum meninggal dunia tampak sehat. Untuk itu ia tetap melangkah ke mushola memimpin sholat taraweh yang sudah dijadwalkan. Namun, yaitu tadi, kematian adalah misteri, dan ia wafat saat memimpin salat.

Jarkasih dilahirkan  di Balikpapan, 17 Juli 1947.  Menurut  Sapriyansah, adik kandung Jakarsih, kakaknya sejak muda  sudah tampil jadi  pemimpin salat. Selain itu, ayah sembilan anak ini  sudah fasih membaca Alquran sejak masih muda. Di lingkungan keluarga, Jarkasih dikenal paling tegas dalam urusan agama.

Dituturkan  Sapriansyah, kakaknya pernah marah kepada anak-anaknya ketika sedikit saja meninggalkan waktu salat. “Beliau memang kesehariannya sejak muda sudah berkecimpung dalam urusan agama,” ungkap pria yang juga sebagai pengurus sebuah masjid di Balikpapan. (Red/ts/*)