Warga Pertanyakan "Keanehan" Patahnya Jembatan Di Setu

0
   
Jembatan Setu yang patah
                     

Cipasera.com -Putusnya jembatan  di Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel hingga kini masih jadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, ada sejumlah kejanggalan  terhadap pembangunan  jembatan tersebut.

Menurut  Samian, Warga yang tinggal di Perumahan  Pesona, jembatan tersebut  harusnya masuk domain Dinas Pekerjaan Umum tapi  anehnya yang menangani proyek tersebut  tahun 2014 adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel.

“Ini kan aneh. BPBD  konsennya pada penanggulang bencana, lha kok bikin jembatan. Tentu itu bukan keahliannya. Saya curiga, ada yang tak beres pada kontruksinya,” kata Samian kepada cipasera.com, Senin, 8/5/2017. “Apalagi jembatan itu  baru dua tahun berfungsi kok bisa rusak kena arus air. Padahal debit airnya juga tak begitu kencang.”

Menurut Samian,  warga sebenarnya sudah mengendus jembatan tersebut “rapuh”.  Pondasi dan turapnya tidak di plester dan diaci sehingga tidak kuat ikatan batunya.  Tak hanya itu,  kalau dilewati  mobil, apalagi kalau papasan    jembatan seperti goyah.  Makanya tahun 2016  sejumlah warga melaporkan kepada Dinas PU yang waktu itu masih  Dinas  Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air. Dan direspon,  rencananya  2017 DPU akan  membangun  kembali.  

Chaerudin, Kepala BPBD  yang dikonfirmasi media menyatakan, memang betul jembatan tersebut  yang membangun BPBD,   untuk membantu  evakuasi masyarakat yang tinggal di perumahan Pesona Serpong yang sering  kebanjiran. Tapi Chaerudin  tak tahu secara detil,  jembatan tersebut dibangun. Sebab jembatan itu dibangun bukan semasa dirinya menjabat. Ia baru jadi Kepala BPBD Januari lalu.

Humas DPU Imanudin mengatakan, DPU segera membangun jembatan  yang terletak  di sekitar Perumahan Pesona Serpong tersebut. “Pembangunan kembali  tersebut sudah direncanakan sebelum  jembatan patah terkena banjir.  Warga  tahun 2016 lapor  dan kami tindak lanjuti,” kata Imanudin di kantornya, Senin 8/5/2017. “Tentu kami akan bangun sesuai standar jembatan  berdasarkan kajian Amdal. Soal biaya bisa dicek di ULP, sedang dilelang.”

Iman menambahkan,  membangun jembatan dengan bentang 9 x 150 meter mesti memperhitungkan  pondasi yang kuat,  yang mampu menahan debit air tertentu. Demikian halnya dengan  kontruksi landasan jembatan harus  dengan perhitungan fisika yang matang. (Red/TW)