WH dan Mitos Kursi Gubernur Kutukan

0


Oleh Teguh Wijaya

Masyarakat Banten  boleh tidak  suka  dan sinis terhadap pasangan  Gubernur dan Wakil Gubernur Banten. Sebab wakil Gubernurnya adalah  anak Ratu Atut Chosiyah itu,  yang kini  menjalani hukuman perkara korupsi. Tapi itulah realitas yang ada yang  tak mungkin bisa dianulir.  


Kemarin, Jumat 12/5/2017   pasangan tersebut, Wahindin Halim dan Andika Hazrumy  resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten  periode 2017 - 2022.


Usai pelantikan berbagai uacapan  dan harapan  diterima  WH . Masyarakat berharap,  WH merealisaikan janji –janji politiknya  yang dilontarkan saat kampanye tempo hari,  soal pendidikan  murah, pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.    


Dan seolah menjawab  harapan masyarakat, usai dilantik WH kepada wartawan mengatakan,  akan mulai memetakan program pemerintahannya dalam  10 hari kerja setelah dilakukan serah terima jabatan (sertijab)  pada pekan depan , Senin 15 Mei 2017.


WH menyatakan,  akan  konsisten  berlari kencang dalam mewujudkan program dan janji-janji kampanye yang mereka usung pada saat kampanye di antaranya program pendidikan dan kesehatan secara gratis.


"Semuanya sudah kami rancang dan sudah di desain, tunggu setelah 10 hari kerja setelah sertijab, kita akan berlari terus bergerak dan bergerak agar harapan masyarakat yang sudah ditunggu bisa kita wujudkan," kata Wahidin.


Boleh jadi WH akan konsisten pada programnya.  Sebab bila tidak, ia akan menuai ketidakpercayaan publik. Dan ketidakpercayaan itu akan mempengaruhi kinerjanya,  juga kontestasi Pilkada  berikutnya bila  ia maju  setelah jabatannya habis.


Tapi tunggu,  jangan  bicara terlalu jauh dulu. Pertanyaannya yang  paling mendasar adalah,   bisakah WH  selesai hingga lima tahun sebagai Gubernur Banten? Sebab di Banten sudah lama beredar  isu  “mistis”,  konon  kursi gubernur Banten  adalah kursi kutukan.  Mereka yang menjabat Gubernur  dan   tak mendapat restu “penunggu” Banten akan berhenti di tengah jalan.


Banyak orang menyatakan, mistis kekuasaan Gubernur Banten  itu tahayul, mitos dan politik gossip yang sulit diterima akal sehat. Namun kenyataannya? Kronologi berikut ini seperti mengafirmasi semua itu.


Djoko Munandar adalah Gubernur pertama terpilih dengan wakil Gubernur Ratu Atut 2002. Mantan Wakil Walikota Cilegon ini termasuk gubernur yang berhasil meletakan dasar administrasi pemerintahan provinsi. Tapi sayang, 2005 dia harus berhenti di tengah jalan.

Djoko Munandar,  kelahiran Cirebon 15 Maret   dituduh telah menyelewengkan dan memperkaya anggota DPRD Banten  dengan dana Rp 14  miliar. 

 Djoko  dinonaktifkan sebagai gubernur setelah diduga terkait kasus korupsi perumahan tersebut  dan  digantikan oleh Wakilnya Ratu Atut . 



Ratu Atut menjadi Pejabat pelaksana tugas (PLT) kemudian sempat berjaya sebagai gubernur  periode berikutnya didampingi  Masduki. Namun  Ratu Atut  pada periode  gubernur Banten berikutnya, saat berpasangan denga wakilnya Rano Karno,  ia  persis  mengalami masalah  seperti Djoko Munandar.


Singkat Ratu Atut dipenjara akibat suap Pilkada  bersama adiknya,  Wawan Wisnu Wardhana (2014). Atur pun diberhenti sebagai gubernur. 

Dengan pemberhentiannya, maka naiklah Rano Karno sebagai PLT Gubernur .  Rano dilantik Rabu (12/8/2015) di Istana Negara.

Tak lama, dia maju ke ajang Pilkada Gubernur. 

Namun  cerita selanjutnya,  Rano pun cuma puas sebagai PLT Gubernur. Saat pencalonan di pilkada gubernur 2017, ia keok oleh Wahidin – Andika.


Bila dilihat aras  suksesi  gubernur di Banten, sejak gubernur pertama  dipilih,  belum baru Atut yang mengakhiri sampai lima tahun (satu periode). Tapi dia pun terjungkal diperiode berikutnys.

Jadu kebanyakan turun di tengah jalan setelah berkuasa antara 2 – 3 tahun. Itulah sebabnya mengapa muncul mitos “kursi kutukan gubernur Banten”.  Dan itu wajar mengingat budaya mistis di Banten masih kental. 

Yang bikin seru, konon  mitos "kursi kutukan" itu akan terjadi hingga tujuh kali. Yang bila berarti WH sebagai gubernur ke 4 akan pula bernasib sama? Walahualam


Namun sebagai   mantan Walikota Tangerang, lelaki  bersosok  tinggi besar  ini  tergolong cukup kontroversial juga.  Saat  dia  mengikuti  pilkada Gubernur Banten, ia   pernah dilaporkan  Aliansi Masyarakat Antikorupsi Kota Tangerang (Almakota), Banten, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/1) soal  dugaan korupsi pengelolaan Pasar Babakan.


Koordinator Almakota Lufti Hakim menjelaskan dalam pengelolaan Pasar Babakan area parkirnya oleh PT Panca Karya Griyatama (PT PKG) dan PT Pancakarya Putra Griyatama (PT PKPG) diduga telah melanggar peraturan perundang-undangan. Menurut Lutfi, lokasi Pasar Babakan berada di tanah milik Departemen Kehakiman (sekarang Kemenkumham).


Tak hanya itu,  WH  pernah digugat lantaran dianggap belum melunasi pembayaran jual beli tanah seluas 4.3 hektare, di Desa Limo, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, pada 2013 lalu. Dan kasus ini tampaknya belum juga  clear.


Entah ada hubungannya atau tidak dengan kasus tersebut, banyak orang berharap WH  sukses  memimpin hingga lima tahun agar apa yang dijanjikan bisa direalisasi. Selain itu supaya dapat  menghancurkan mitos tersebut.  Namun kata penyair, hari esok  adalah misteri. Hanya Yang Maha  yang tahu. *

*Penulis adalah wartawan senior