Lebaran H- 7 Mall di Pamulang dan Ciputat Omzet Sepi

0


 


Cipasera.com – Lebaran atau hari raya Idul Fitri 2017 tinggal tujuh hari lagi, namun mall dan pusat perbelanjaan di Pamulang dan Ciputat  terlihat masih sepi tak seramai tahun lalu. Dan ini berpengaruh dengan omzet penjualan keperluan lebaran seperti baju muslim maupun baju “lebaran”  dan  kue-kue .

Pemilik kios Guys and girl milik Sarita,  yang menjual aneka baju  dan celana dewasa di Pamulang  Square menuturkan, dibanding tahun lalu omzetnya turun  jauh. Anjlok sekitar 30 persen. 

“Tahun lalu, lebaran  H- 7 kami sudah ambil stok digudang sampai 4 kali. Kini ampun…turun jauh,” kata Sarita kepada Cipasera.com, Minggu, 18/6/2017. “Kami tidak tahu penyebabnya. Mungkin daya beli masyarakat sepi.”

Sarita menambahkan, sebenarnya gairah belanja bisa dilihat dari pengunjung yang datang. Pengunjung PS memang cukup ramai, “Tapi satu keluarga Cuma beli satu stel pakaian. Jarang yang beli sampai 4 atau 5 stel kayak tahun lalu,” ujar Sarita.

Hal sama juga tak jauh beda  di sebuah mall  di Ciputat. Pengunjung  belum begitu ramai. “Ya lumayan saja penjualannya, mas. Mesti turun omzetnya, kita syukuri saja. Kelihatannya, ekonomi lagi sulit, “ kata  Samsunar penjaga counter baju anak –anak. “Moga-moga dua  hari lagi ramai.”

Lesunya daya beli masyarakat tercermin pula pada pembelian kue-kue kering  lebaran seperti nastar, putri salju, kacang bawang dll. “Pesenan  dan pembelian langsung berkurang jauh, Pak. Teman –teman yang jualan di pasar juga sama. Langganan saya yang dulu ambil 20 toples. Kini cuma 12 toples. Kenapa lesu, ya Pak?,” kata  Ny Khatiah, pemilik kios penjual kue di depan Pasar Ciputat  dengan nada bertanya. “Tapi mungkin tiga hari lagi ramai. Kita tak boleh pesimis. Mesti pengunjung sepi, rizki ada yang atur.”           

Lesunya daya beli masyarakat  terhadap kebutuhan lebaran  kemungkinan lantaran  lebaran tahun ini berbarengan  dengan penerimaan murid baru SMA dan SMP. Masyarakat lebih mengutamakan dananya untuk kebutuhan biaya sekolah, beli buku, tas, sepatu dan lain –lain.

“Yang utama untuk kebutuhan sekolah. Kami utamakan sekolah, jadi lebaran ala kadarnya saja. Besok  SMA sudah ada pengumuman. Biasanya tiga hari kemudian sudah harus bayar ini –ini ke sekolah,” kata Yulian,  pegawai  UIN   Ciputat  yang 
ditemuai cipasera.com saat  belanja. 

Yulian  juga menyebut, kelesuan ekonomi secara nasional juga sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat. “Sekarang kan  harga-harga naik, listrik , pajak dll. Sementara penghasilan tak ada kenaikan, pastilah memukul daya beli,” pungkasnya. (REd/Ts)