Tangsel Kondusif. Irjen Dikbud: PPDB Bermasalah Di Berbagai Daerah.

0
                         Drs Taryono MSi

Cipasera.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Tangsel dinilai paling kondusif. Penilaian ini berdasarkan pemantauan sejumlah pihak, diantaranya oleh LSM Peduli Pendidikan dan Budaya Banten.

"Di Tangsel memang sistem online sempat error. Tapi dengan cepat ditangani dengan sistem manual. Demikian dengan komplin calon siswa, bisa diselesaikan dengan baik," Kata Ketua LSM PDB Usman N. Arief kepada cipasera.com,Rabu 12/7/2017 melaui seluler. "Dibanding daerah lain di Banten, Tangsel diatas lebih kondusif.Kalau ada yg ngritik itu mah biasa....politis." 

Usman tak mengada-ada. Dindik Tangsel untuk mengantisipasi masalah yg timbul, telah membuka posko yang buka sejak pagi hingga jam 00.00. 

"Kami kerahkan supaya upaya dan tenaga agar PPDB berjalan lancar. Kami harus laksanakan Permendikbub no 17 thn 2017. Alhamdulillah kondusif," kata Plt Dindikbud Tangsel Drs Taryono MSi saat dihubungi. 

Pantauan cipasera.com, posko PPDB Dindikbud dibuka sejak pengumuman PPDB,  Selasa 11/6. Menempati ruangan dua kelas di SMP 11, BSD Tangsel. Hingga Rabu posko masih dibuka, tapi yg mengadu sudah menyusut drastis, tinggal belasan.
Petugas posko dindik tangsel sedang tangani pengadu

"Tak kayak kemarin sampai jam 01.00 masih input data. Sekarang sudah ringan. ya cuma belasan, alhamdulah bisa 'nafas'," kata Herman, staf posko Dikmen Tangsel.

Sementara itu, Irjen Kemendikbud, Daryanto mengakui, PPDB yang banyak masalah bukan hanya Banten, di daerah lain juga terjadi. Daryanto mengurai, daerah yang mengalami masalah PPDB di antaranya terjadi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara dan Bali. Jawa Barat paling banyak melaporkan masalah PPDB, Jawa Barat  dan Jawa Timur.
“Laporan pengaduan PPDB paling banyak di Jawa Barat ada 38 jenis, Jawa Tim 25 jenis. Paling kecil Sulawesi Tenggara dan Bali," kata Daryanto.
Sedangkan untuk kabupaten kota paling tinggi masalah PPDB yakni Kota Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Kemudian disusul Surabaya, Bukittinggi dsb. (TW/ts/jp)