Drs Taryono MSi: Idul Adha, Momentum Kerja Iklas Membangun Sinergitas dan Mutu

Drs Taryono MSi: Momen iklas bekerja
Cipasera.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kota Tangerang Selatan mengadakan penyembelihan hewan qurban dalam rangka ikut merayakan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017, Minggu, 3/9/2017 di halaman kantornya  Jalan Buana Kencana, Rawa Buntu BSD, Serpong, Tangsel.


Dalam acara  yang  dihadiri   Kepala Dindikbud  Kota Tangsel  Drs  Taryono MSi,  Kabid Pendidikan  Dasar   Yahya Sutemi, Kabid  SMP  Muslim   dan jajaran staf Dindikbud  serta  masyarakat sekitar ini berjalan lancar. Dua ekor sapi  dan dua kambing dipotong  untuk dibagikan ke 300 orang penerima.


Drs Taryono MSi  mengatakan  kepada wartawan, penyembelihan hewan qurban tersebut selain  untuk turut serta perayaan  keagamaan, juga guna   memanfaatkan  momentum  berkurban sebagai spirit  jiwa  dalam bekerja.


“Kita ambil hikmah dan momentum berqurban  untuk kerja  ikhlas dan  rela berkorban membangun sinergitas, meningkatkan sikap dan  mutu pelayanan pendidikan,” kata Taryono. “Selain itu,  guna   terus  melatih kepekaan sosial kepada sesama  pegawai dan masyarakat,” tambah Kadis yang baru  beberapa hari dilantik ini. 
Sapi yang Dipotong disaksikan Yahya S (foto: Ist)
Masih menurut Taryono, semangat  iklas dan rela berkorban  sangat dibutuhkan oleh semua jajaran Dindikbud Kota Tangsel. Sebab  lembaga yang dipimpinnya   sedang terus berusaha  lebih  berkualitas dan bermutu  untuk menghadapi abad 21.  Dimana pendidikan  memerlukan  layanan responsive dan kreatif, guna suksesnya pembangunan Sumber Daya Manusia.


“Apabila  pegawai Dindikbud, tenaga pendidik dan kependidikan kreatif dan bermutu, peserta didik  yang dihasilkan, insyaAllah akan bermutu pula. Untuk itu perlu banyak hal, yakni teladan  semangat  kerja iklas,” kata  mantan Sekdis Dishub Tangsel  asal Kota Tegal ini.

Soal  asal hewan  qurban, Taryono  menyebutkan, dua sapi dibeli oleh 14 staf Dindikbud Tangsel, sementara dua kambing merupakan  hewan titipan dari GIS (Global International School) dan  Sekolah Al Falah. Dagingnya dibagikan  untuk 300 orang. Sebagian  kecil untuk staf Dindikbud Tangsel, sebagian besarnya dibagikan kepada masyarakat  lingkungan RT/RW dan pedagang di sekitar  kantor Dindikbud.


Pembagian daging qurban  juga  dilakukan oleh sejumlah sejumlah sekolah di Kota Tangsel. Dan itu diperbolehkan oleh Taryono, sejauh penyelenggaraannya tidak melakukan pungutan paksa kepada peserta didik.  “Harus dilakukan dengan cara sukarela,” tegas Taryono.
Pembagian daging Dindikbud (foto: Ist)
Sementara  Kabid Pendidikan Dasar  Yahya Sutemi yang juga Ketua Pengajian Pegawai Dindikbud  Tangsel   mengatakan, peringatakan  Idul Adha  dilakukan  sebagai ibadah dan  untuk  menjalin silaturahmi dengan masyarakat agar lebih dekat lagi.

“Semoga tahun depan Dindikbud Tangsel bisa lebih banyak  lagi membagikan daging qurban kepada masyarakat,” pungkas  Yahya (Adv)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel