Dianggap Rusak Setu Sasak, Warga Pamulang Protes Pembangunan Jalan Tol

0
Ilustrasi, proyek pematangan jalan tol Cinere - Serpong (Foto: Ist)
Cipasera.com- Pembangunan jalan tol Cinere - Serpong yang sedang tahap pematangan, agaknya akan menemui kendala. Pasalnya, warga Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel  memprotes  agar proyek  dihentikan. Alasannya, kelestarian Setu Sasak Tinggi terancam. Proyek  pembangunan jalan tersebut kini  menggerus bantaran lahan serapan air yakni Setu Sasak Tinggi.


"Kalau proyek diterusin dan menghantam bantaran penahan, kalau jebol bakal banjir," kata Sucahya. "Kalau kebanjiran, emang kontraktor mau tanggung jawab."  
Sucahya  menilai,  ancaman tergerusnya bahu Setu Sasak Tinggi terlihat sangat mengkhawatirkan.  Itu terjadi sejak beberapa hari lalu. Penggerusan daerah  resapan air di Setu Sasak Tinggi itu sebenarnya sudah dilaporkan ke Pemkot tapi tak ada respon berarti. 

”Setau saya, Perda No 9  tahun 2012  mengatur  sekitar bantaran setu dan air setu dilarang dirusak lingkungannya,” timpal Rizal, warga RT 4 Pamulang Timur.

Warga bukan sekadar protes, seperti dilansir Indopos, warga  Kelurahan Pamulang Barat pun melaporkan dugaan pelanggaran itu ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Laporan itu diharapkan warga untuk melindungi Setu Sasak tinggi.
Tak hanya itu, protes tersebut  juga didasari atas  ancaman  sejumlah warga  yang bakal kehilangan pencaharian mencari ikan. Pasalnya, warga sekitar banyak warga yang menggatungkan hidup dari setu. 

Pengamat Lingkungan Hidup Wahana Hijau Fortuna (WHF), Romly Revolvere menilai, pembangunan tol  Cinere - Serpong  yang berdekatan dengan  bantaran setu Sasak Tinggi di Kecamatan Pamulang,  telah melanggar aturan lingkungan hidup. Seperti, Kepres Nomor 32 tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung serta Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).
Dua regulasi itu melarang pembangunan fisik menggerus daerah sepadan sungai (DAS) termasuk setu.
Communication Specialist PT Thies Contractors, Imam Ghazali mengatakan,  pihaknya telah mendapatkan lampu hijau melanjutkan pembangunan proyek tol yang masuk bagian JORR II di Kota Tangsel. Pihaknya telah  memiliki perpanjangan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP) untuk ruas tol tersebut.
Selain itu juga, perizinan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah ada untuk pembangunan tol yang melintasi Setu Sasak Tinggi yang ada di Kelurahan Pamulang Barat. ” Tidak ada yang kami langgar. Kalau melanggar pasti kami sudah mendapatkan teguran. Untuk proyek tol ini, pinggiran setu akan kami beton agar tidak merusak lingkungan,” katanya. (Red/ts/indopos)