Tragisnya Nasib Azis. Tak Boleh Melaut Di Laut Negerinya

0

Perlawanan Azis, nelayan Karimun
Cipasera.com - Azis, Ketua nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Baran Sejahtera menangis seperti anak kecil ketika menyadari dirinya telah dizolimi. Laut luas milik negeri ini tak lagi bisa sambangi untuk mencari ikan. 

Azis  bersama 50 nelayan lainnya sangat sedih. Ia merasa tergusur dari negerinya sendiri. Ini setelah Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun memutuskan dirinya da teman-temannya untuk meninggalkan wilayah tagkapan mereka,  yang selama 40 tahun lamanya sudah ditempati.

“Laut ini kan milik negara, Pak, kenapa kami harus digusur, padahal sudah puluhan bahkan sudah 40 tahun laut ini menjadi sumber kehidupan kami Pak,”kata Azis berlinang air mata, Senin (20/11) di area laut Baran tempat biasa ia mencari nafkah

Seperti diketahui, salah satu pengusaha di Karimun (AK) mengklaim telah memiliki bibir pantai yang luasnya hingga 4 hektar dan terakhir telah dijual  kepada Rinto, pemilik perumahan LBP Batu Lipai, Tanjung Balai Karimun. Kepemilikan tersebut dimenangkan PN Tanjung Balai, Karimun

Para nelayan kecewa dengan putusan Tersebut. Banyak warga mempertanyakan legalitas terbitnya sertifikat atas nama Rinto yang dapat memiliki laut atas nama pribadi

“Ini laut loh Pak, kalau memang dia (Rinto-red) dapat buat sertifikat kenapa kami warga negara Indonesia asli tak dapat buat Pak? Ini kan laut, milik negara, apa kami bukan warga negara Indonesia? ”tanya Azis getir.

Lalu Azis bersama temannya bersumpah akan tetap mempertahankan laut tersebut sebagai sumber kehidupan mereka. Kesepakatan tersebut telah diambil bersama melihat seluruh aparat hukum dianggap tidak ada yang berpihak terhadap mereka.

“Sekalipun penegak hukum tidak berpihak kepada kami,  tak masalah. Hidup mati kami akan kami perjuangkan. Laut ini adalah laut negara Indonesia, kami masih warga negara Indonesia yang memiliki hak itu. Jadi matipun akan kami perjuangkan,”tambah Azis yang diamini puluhan nelayan dengan takbir Allahu Akbar. (red/mkbicara)