Dinkes Tangsel Tak Respon Ada Mahasiswi Kena Difteri Sampai Meninggal

0
Aufatul, mahasiswi cantik UIN korban Difteri (foto:ist)

 Cipasera.com - Dinas Kesehatan Tangerang Selatan dinilai tak punya respon yang cepat ketika ada penyakit berbahaya menyerang warga. Ini terlihat saat mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, bernama Aufatul Khuzzah (19) terkena difteri dan berujung dengan meninggal dunia.

"Sejak ada kabar Aufatul meninggal karena difteri, belum ada petugas kesehatan datang kesini mendata. Dinkes Tangsel juga tak bergerak melakukan pencegahan di TKP difteri," kata Rizal, Mahasiswa UIN yang tinggal tak jauh dari tempat kost Aufatul. 

"Ini contoh buruk layanan kesehatan di Tangsel," tambah Rizal. "Sebaiknya, Dinkes Tangsel direformasi biar sigap."

Seperti diketahui  Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Aufatul  Kuzzah didiagnosis terkena virus difteri sejak 7 Desember 2017. Saat diagnosis kena difteri, Aufatul tinggal di asrama mahasiswi di kelurahan Cempaka Putih, Ciptim.  Meski sempat mendapat penanganan medis di RS Hermina, Aufatul lalu dibawa pulang ke Serang oleh keluarganya. Tapi  nyawa gadis cantik asal Kampung Laban, RT 08 RW 03, Cerukcuk, Tanara, Serang, Banten, itu tidak tertolong dan meninggal dunia pada Minggu (24/12/2017).

"Dia  terkena difteri. Mulai sakit  7 Desember, lalu 9 Desember sempat dirawat di Serang (Banten)," ujar Humas UIN Syarif Hidayatullah, Feni Arifiani kepada pers, Selasa (26/12/2017).

Aufatul awalnya mengeluh sakit tenggorokan. Lantas dia pergi berobat ke sebuah klinik di daerah tempat tinggalnya. Dikarenakan peralatannya kurang lengkap, selanjutnya mahasiswi berparas ayu tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Hermina.

Setelah di Serang, Jumat 22 Desember 2017 malam, ia diarahkan menjalani pemeriksaan  ke Poli THT di RSUD Serang, hingga pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan.

Kadis Dinkes Tangsel dr Suhara Manullang saat dikonfirmasi tak ada di tempat. Kata security, Kadis sedang monitoring.(red/ts)