Eloknya Gelanggang Budaya Amphitheater Kota Tangsel

0

Amphitheater Kota Tangsel  (Foto : TW)


Cipasera – Walikota Tangerang Selatan  Airin Rachmi Dhiany,SH MH sangat peduli dengan kehidupan seni dan budaya di Kota Tangerang Selatan. Itu dibuktikan  oleh  alumni Unpad Bandung  ini  dengan menyediakan  Gelanggang Budaya Amphitheater (GBA)   untuk kegiatan pertunjukan seni  musik, teater, tari atau kegiatan lainnya.  

“Sekarang Pemkot  telah menyediakan Gelanggang Budaya , silakan diisi. Bisa pentas apa saja disini. Mari kita kembangkan seni budaya dengan kreatif dan profesional,” kata Airin  usai  menghadiri acara LB Betawi  Tangsel  beberapa waktu lalu. 

Airin tak main –main. Bukan hanya  GBA  yang berbentuk  panggung arena tapal kuda berkapasitas 600 penonton saja,  tapi disediakan pula rumah Blandongan yang bisa pula digunakan buat  kegiatan diskusi atau ceramah budaya.  Letaknya pun berdekatan, sekira 50 meter dari  GBA. 
Bu Airin, Walikota Peduli Seni Budaya (Foto : Ist)
Yang unik, GBA  menyatu dengan  Jeletreng Riverpark, yakni  area taman kota yang dilengkapi hutan kota yang dihubungkan jalan dan jembatan mengelilingi dua sisi sungai Jeletreng, turun –naik, yang biasa untuk jogging warga.  Bila dari  GBA  memandang ke belakang  dan kiri- kanan tampak pemandangan elok, sungai Jeletreng dengan sisi berbukit, dimana  jalan setapak sepanjang 600 meter berkelok  naik turun  mengikuti  pinggir kali yang asri. 

Dengan lokasi menarik dan nyaman, tak heran bila  GBA   langsung disambut antusias banyak pihak. Ketua Dewan Kesenian Banten Chavchay Syaefullah menyatakan,  menyambut gembira difungsikannya  GBA.  Sebab sudah lama masyarakat seni di Kota Tangsel menunggu  tempat yang representative untuk  pagelaran seni  pertunjukan, tingkat kota. 

“Pemkot Tangsel telah memenuhi keinginan seniman. Sekarang senimannya harus siap mengisi dan berkompetisi kreativitas. Itu tantangan   dari Pemkot  harus dijawab,” kata Chavchay lugas. 

Menurut mantan Ketua Dewan Kesenian Tangerang Selatan ini, potensi kesenian Tangsel untuk berkembang dan mewarnai percaturan nasional   sangat besar. Sebab di kota yang berpenduduk 1,2 juta orang ini memiliki ratusan sanggar seni budaya. Dari data yang pernah  dikumpulkan,   untuk  seni tradisi  Betawi ada  sekira 120 sanggar. Sementara sanggar seni dari daerah lain seperti Jawa, Sunda, Padang dan lain –lain sekira 30 sanggar.

Bukan hanya  sanggar seni tradisi, seni modern pun cukup  banyak. Misalnya, group teater modern, musik, film  dan komunitas pelukis,  juga sastra. 

“Jadi Tangsel itu luar biasa.  Seniman beken pun banyak hidup di Tangsel. Ada Putu Wijaya (sastrawan dan teaterawan), Mira Lesmana, sutradara film, Danarto (sastrawan), Radhar Panca Dahana dan lain -lain. Kalau bisa menghimpun mereka, dahsyat,” tambah Chavchay.  

Panggung arena berbetuk Tapal Kuda (foto : TW)
 
Besarnya potensi seni budaya Kota Tangsel tampaknya disadari oleh Dinas Pariwisata Tangsel dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Tangsel. Untuk itu  Dinas Pariwisata akan terus mengembangkan GBA.

“Program ke depan ada rencana menambah panggung terbuka di area sekitar  Jeletreng Riverpark, untuk pertunjukan –pertunjukan dengan kapasitas besar. Yang tidak tertampung di GBA, bisa di panggung besar,” kata  Sekretaris Dinas Pariwisata Agus Budi Darmawan.

“Yang penting lagi, GBA  dan Jeletreng Riverpark  bisa   dijadikan  tempat wisata unggulan setelah Tandon Ciater.” 

Senada dengan Agus, Nur Asih SE, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Tangsel menyatakan, dengan besarnya potensi seni budaya di Tangsel,  Gelanggang Budaya  memang harus dikembangkan maksimal. 

“Sekarang saja  baru dibuka sebulan setengah, yang izin menggunakan tempat  sudah terjadwal sampai  bulan Mei. Cukup padat,” kata Nur Asih. “Untuk itu, kami pun menyesuaikan bila ada siswa SMP dan SD untuk pentas di Gelanggang Budaya.”  .
     
Chavchay :Tantangan harus dijawab (foto : Dkb)
GBA  dan area Jeletreng Riverpark adalah milik Pemkot Tangsel dan  dikelola oleh Dinas Pariwisata dengan dukungan Dinas PU dan Dindikbud Tangsel.  GBA  terletak di Jalan Raya Viktor, Setu, Kota Tangsel. Lokasinya sekira 3 KM dari  dari Stasiun Commuter Rawa Buntu, BSD Serpong ke arah selatan. Tapi bila dari Pamulang bisa dicapai lewat Jalan Siliwangi hingga perempatan Jalan Viktor. Dari situ ke kanan, sekira 1,5  KM. Begitu masuk  ke arah GB, kiri -kanan jalan  berderet kios bunga.

Dan beberapa meter  dari kios,  tampak Gelanggang Budaya Amphitheater   Kota Tangerang Selatan, yang di belakangnya dan  kanan - kirinya  membujur jalan paving blok  berkelok  mengkikuti kontur tanah  area Jeletreng Riverpark, taman kota elok,  rindang  seluas 8 Hektar itu. https://www.tangerangselatankota.go.id/(ADV)