Warga Tangsel Angkat Jempol, Flyover Bintaro Permai Diresmikan Anies

0


 
Gubernur Anies Tanda Tangani Prasasti (foto :Ist)
Cipasera – Masyarakat  Kota Tangerang Selatan  (Tangsel), khususnya para pengendara  yang bekerja di Kebayaron dan sekitarnya mengapresiasi peresmian flyover  Bintaro Permai, Jakarta Selatan . Sebab dengan diresmikan flyover tersebut, keselamatan pengendara dan kelancaran lalu lintas di sekitar perlintasan Bintaro Permai lebih terjamin. Tak lagi ada kekhawatiran tertabrak kereta api, seperti yang sering terjadi. 

“Terus terang saja, saya tiap hari  lewat flyover  ini karena kerja di daerah  Kebayoran. Dulu tiap lewat lintasan KA selalu dag dig dug takut diseruduk kereta. Sekarang tidak lagi,” Kata Misran penduduk Rempoa, Tangsel. “Kemarin waktu uji coba saya rasakan nikmat lewat fly over. Kaga macet dan khawatir.” 

Misran menambahkan, atas pembangunan flyover tersebut, dia  mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Anies. “Tapi saya juga ingin flyover tidak untuk nongkrong –nongkrong anak muda. Sebab itu bisa bikin kacau,” kata Misran.  
    
Seperti diketahui, siang tadi  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan flyover Bintaro Permai, Jakarta Selatan, Jumat (16/3). Pembangunan flyover ini bertujuan menghilangkan persimpangan sebidang antara Jalan Bintaro Permai dan jalur kereta api Jakarta-Serpong. 

“Alhamdulillah hari ini bisa diresmikan lintas atas di Bintaro Permai. Diharapkan dapat memberi banyak ruang gerak untuk warga, sekaligus meningkatkan arus mobilitas barang dan jasa,” ujar Anies saat peresmian flyover Bintaro Permai.

Selanjutnya,  Anies  menambahkan, pembangunan flyover ini juga dapat membantu memperlancar arus lalu lintas dari Bintaro menuju Tanah Kusir mau pun sebaliknya. “Harapannya pula dengan adanya lintas atas ini, sedikit demi sedikit dapat mengurai potensi kemacetan beberapa wilayah di Jakarta dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas para pengguna jalan,” ucapnya. 

Dalam catatan cipasera.com Flyover Bintaro Permai ini memiliki panjang 391 meter dan lebar 9 meter. Dinding pembatas flyover ini  dihiasi  nuansa budaya Betawi  motif gigi balang. Sementara, penerangan jalan umum (PJU) dibuat bermotif dan dihiasi lampu warna-warni pada malam hari. (Red/ts/ktn)