Bazar Harkopda Ke- 71 Tangsel Raup Omzet Rp 5,2 M

0


Cipasera - Setelah berlangsung selama empathari, Harkopda (hari koperasi daerah) ke 71 yang diselenggarakan Dinkop dan UKM Kota Tangsel ditutup oleh Walikota Tangerang Selatan  Airin Rachmi Diany, di tempat bazar Lapangan ex Tomang Tol, Pamulang Tangsel, Minggu, 14/10/2018.

Acara penutupan juga dihadiri  Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Meliadi Sembiring, Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Banten Tabrani fan Plt Kadiskop dan UKM Kota Tangsel, dr Dahlia Nadeak.
 Airin Rachmi Diany dalam sambutan penutupan mengatakan, ia tahu persis semangat komunitas koperasi di Tangsel dan targetnya.
"Targetnya, Tangsel ingin jadi Kota koperasi lantaran punya potensi sumber daya manusia (SDM) yang mempuni. Yang tumbuh di Tangsel bukan  hanya koperasi simpan pinjam, tetapi  satu koperasi yang bisa mewadahi seribu pelaku UKM Tangsel. Dan itu bisa dicapai  bila ada kolaborasi dan kerjasama,” papar Airin.
Meski demikian, Airin mengingatkan kepada yang hadir, jangan dipaksakan jika jiwanya tidak di Koperasi. "Namun jika memiliki jiwa koperasi yang mandiri, maka lakukan yang Terbaik.  Sesulit apapun akan bisa mendapatkan solusi,”  katanya.
seminar di Harkopda 

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kota Tangsel, Dahlia Nadaek menjelaskan, selama empat hari Harkopda ke 71 yang diikuti 198 koperasi dan UKM, berbagai kegiatan dilakukan, yakni pemilihan duta koperasi, cerdas cermat antar sekolah, lomba paduan suara, karnaval yang diikuti sebanyak 27 koperasi dan bazar produk koperasi dan UKM. Yang menarik, empat hari pameran produk UKM dan Bazar,  omset yang didapat mencapai Rp 5.2 Miliar. 
"Dengan pencapaian tersebut, Itu  momentum yang baik untuk  meningkatkan pendapatan dan omset serta branding produk pelaku UMKM yang ada di Tangsel ,”  kata Dahlia
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Tabrani berharap kegiatan Harkopda di Tangsel  dapat tersosialisasikan ke seluruh Banten, untuk saling menyemangati. Sebab di seluruh Banten ada 4360 koperasi aktif. 
"Pada 20 Oktober Provinsi Banten mengadakan kegiatan Harkopda yang dipusatkan  di Kabupaten Lebak. Saya berharap koperasi dan  UKM Tangsel bisa ikut kegiatan tersebut,” ujar Tabrani.
Sementara Sekretaris Kementerian Koperasi, Meliadi Sembiring mengatakan, koperasi itu tak boleh sakit gigi. Koperasi juga punya nilai kesehatannya. Tiap kopersi berbeda-beda tingkat "kesehatannya".
 “Kesehatan koperasi dan manusia pun berbeda, kalau sakit harus diobati. Tapi yang terpenting,  perlu adanya pemerataan koperasi di Tangsel, supaya tumbuh koperasi yang berkualitas, “ujar Sembiring. (Red/ts/to)