Kolaborasi dan Kemeriahan di HUT ke-10 Kota Tangerang Selatan

0
Walikota Airin - Wakil dan Maskot Ntong  (Foto: Warkot)
Kota Tangsel - Ajakan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany kepada masyarakat kota Tangsel untuk meramaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 kota dengan semboyan kota C-more ini, bukan tanpa alasan. 

Pasalnya, sebelum perayaan puncak HUT Kota Tangsel  pada 26 November 2018, diisi rangkaian acara unik, menarik, ada pula yang klasik. 

Simak saja, dari Student Floral Carnaval yang  diikuti 1000 siswa - siswi PAUD hinga SLTA, Sabtu (24/11), Pameran Pembangunan  dengan peserta 25 OPD (Organisasi Perangkat Daerah), 7 Kecamatan dan IKM (Industri Kecil Menengah) hingga puncak acara, Rapat Paripurna Istimewa DPRD, 26 November. Secara kronologis, menjanjikan pengalaman yang mengasyikan. 

"Kalau di Pameran Pembangunan, masyarakat bisa melihat  dengan jelas, apa yang sudah dicapai Pemkot Tangsel. Kemajuan semua itu bisa kita saksikan, dan sangat membanggakan," kata Kadis Kominfo Ismunandar. "Untuk itulah, Bu Wali Kota menyarankan, warga perlu luangkan waktu untuk menyaksikan."

Sementara acara yang tak kalah menarik untuk  disaksikan sebagai hiburan pun cukup banyak. Dari Festival Nusa Loka (3-4 November), Lomba burung kicau di Lapangan Sunburts (18 November),
Turnament Golf lokasi Damai Indah Golf BSD, Tangsel Sport Festival di Puspiptek (10 November), Pegelaran Wayang AMUNG di Sunburts (11 November), Ngebatik Rekor Muri 7000 meter.  Termasuk Festival Ondel-Ondel di Car Free Day Bintaro (11 November). 

Menurut Kabid Pengelola Informasi Komunikasi dan Kehumasan Diskominfo Tangsel, Irfan Santoso, S.Sos,  bagi para penggemar fotografi, disediakan pula gelaran Pameran Fotografi (25 November) di Teras Kota.  Pada pameran itu tampil sekitar 60 hasil karya para pelajar Tangsel, tentang heritage Kota Tangsel yang eksklusif.

"Yang menarik, ada  launching Batik Neo Tangsel oleh Harry Darsono. Harry Darsono adalah disainer busana ternama nasional," ungkap Irfan.
Student Froral Carnaval 
 Pemerintah Kota Tangsel dalam perhelatan 10 Tahun Kota Tangsel, memang berusaha tidak hanya menampilkan pencapaian   sejumlah karya monumental yang menjadi  bagian dari perjalanan panjang  kota Tangsel,   tapi ingin menyampaikan pencapaian pembangunan yang non fisik pula seperti keamanan, ketentraman penduduk kota, kenyamanan bekerja dan berekspresi. 

Pencapaian itu bukan sekadar pujian. Namun pengakuan dari berbagai lembaga yang telah memberikan  predikat Tangsel sebagai kota layak huni, layak anak, layak investasi dan sejumlah predikat positif lainnya.

Jadi, kolaborasi kemeriahan perayaan satu dekade kota Tangsel harus dirasakan betul oleh 1.593.812 jiwa penduduk kota Tangsel dari berbagai latar belakang  usia, agama, suku, budaya dan Lainnya,  yang telah menjadi warna tersendiri bagi kota Tangsel, bahasa kerennya adalah Tangsel is comfort, community and colorful.

Karena itulah, Wali Kota Airin Rachmi Diany sejak awal, ingin rangkaian HUT satu dekade selama satu bulan penuh tersebut tidak hanya seremonial saja, tetapi ada dampak atau efek yang positif, dimana mendorong kolaborasi bersama pemangku kepentingan atau seluruh stakeholder di kota ini.

“Sebagai Pemerintah Kota, kami mendorong agar masyarakat ikut terlibat untuk mencintai kotanya, dan memeriahkan perayaan HUT satu dekade kota ini secara bersama-sama,” jelas Airin.


Wakil Walikota Di Pameran Pembangunan
Selama menjadi  orang nomor satu di kota Tangsel, diakui banyak pihak, banyak  hal yang sudah dilakukan olehnya. Namun, banyak hal pula yang masih harus dilakukan. Dan semua  itu perlu dukungan dari masyarakat. Sebab akhir dari tujuan pembangunan di kota Tangsel  adalah demi kesejahteraan semua elemen masyarakat. (ADV)