Meski Angka Kemiskinan Kecil, Bappeda Tangsel Tetap Gelar Rapat Koordinasi

0
Rapat setu tentang pengangguran
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Aula Balai Kota Tangsel, Ciputat pada Rabu, 7 November 2018. Rapat  dihadiri oleh seluruh perwakilan OPD Tangsel.
Menurut Kepala Bidang Ekonomi Sosial Masyarakat Bappeda Tangsel Yahya Sutaemi, rapat koordinasi ini digelar untuk
kembali menegaskan peran masing-masing OPD dalam penanggulangi kemiskinan.
"Meskipun angka kemiskinan Tangsel terbilang kecil, dan di Banten kita terbaik namun harus tetap kita tangani dan tanggulangi kemiskinan di Kota Tangsel," kata Yahya Sutemi.
Di mata Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, tim penanggulangan kemiskinan ini harus berperan untuk mengkoordinir program kegiatan termasuk kepedulian penguatan anggaran yang berkecukupan. Tak cuma itu, jarus pula berkualitas dan mesti melibatkan semua pihak baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, lmbaga  swadaya masyparakat dan Organisasi kemasyarakatan.
"Tim ini juga harus mampu bergerak dan berperan dengan bertumpu pada pemberdayaan dan kemandirian penduduk miskin, sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi perbaikan kondisi sosial, ekonomi, budaya dan peningkatan kesejahteraan penduduk miskin segera terwujud di Kota Tangsel," urai Benyamin
Menurut Badan Pusat Statisik, berdasarkan data kesejahteraan Rakyat Kota Tangsel, persentase penduduk miskin di Kota Tangsel sebesar 1,76 persen, bila dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Banten, Kota Tangsel adalah Kota yang paling kecil persentase angka Kemiskinannya.
"Akan tetapi, tetap dibutuhkan usaha bersama antar pemangku kepentingan untuk mengeluarkan kelompok masyarakat tersebut dari bawah garis kemiskinan. Selain itu juga permasalahan disparitas atau tingkat kesenjangan yang masih tinggi, serta masalah akses pelayanan kesehatan dan pendidikan yang masih perlu ditingkatkan," kata Benyamin
Laju pertumbuhan penduduk Kota Tangsel dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ini disebabkan karena Tangsel merupakan kota yang letak  sangat strategis, sehingga didatangi para migran.
"Melalui Rapat Koordinasi ini diharapkan akan dihasilkan beberapa alternatif solusi yang bisa menjawab persoalan yang dihadapi dalam penanggulangan kemiskinan," ungkat Benyamin. (Red/ KB/ TE)