Ini Dugaan Meong Congkok Merangsek Kepemukiman Warga Lebak

Meong Congkok ( Foto: ist)
Cipasera  -  Warga Rangkas Bitung Timur, Kabupaten Lebak kini tak bisa tidur nyenyak. Pasalnya, mereka harus menjaga kandang ayam supaya aman dari serangan Meong Congkok.
"Sudah sejak tiga hari lalu, kita ngeronda. Ayam kita banyak yang hilang dimangsa Meong Congkok," kata Sabran, warga Rangkas Bitung Timur,Senin 7/8/2019. "Sudah 21 ekor ayam kami hilang dimangsa."
Menurut Sabran, kucing hutan tersebut kalau menyerang ke kampung berkelompok antara 4 - 6 ekor. Dan itu bisa dilihat dari bekas tapak kakinya di tanah. 
"Saya pernah lihat bekas tapak kakinya di sekitar kandang," kata Sabran."Selain bergerombol, Meong Congkok tapaknya gede. Kucing dewasa."
Samian, tetangga Sabran juga membenarkan, kucing hutan jenis Felis Bengalensis yang banyak berkeliaran di Kabupaten Lebak itu, cukup besar. Tak hanya itu, dia juga ganas dan liar berani menyerang manusia. Tak heran warga kalau berjaga juga harus hati hati.
"Dalam sepekan terakhir sekitar 25 ayam kampung dimakan Meong Congkok," kata Samian. 

Samian menambahkab, hampir setiap hari ternak ayam warga dimangsa hewan tersebut sehingga merugikan masyarakat terutama peternak. Kucing hutan tiap hari mendatangi perkampungan warga.
Sejumlah warga menduga, banyaknya kucing hutan yang berkeliaran di permukiman dan memangsa ternak ayam karena habitatnya terganggu,  akibat alih fungsi lahan. Wilayah Kabupaten Lebak memang dilintasi proyek pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.

Tak cuma itu,  sejumlah pegunungan di kawasan tersebut dieksploitasi pertambangan pasir dan batu. (Red/ts/ant)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel