Pemkot Tangsel Berikan Pegawai Tugas Belajar S2 dan Workshop Integritas

0

Walikota Memberikan Sambutan Program Pendidikan
Cipasera - Untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel),  Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel membuka program  pendidikan untuk para pegawai  Pemkot Tangsel.

Kepala BKPP Kota Tangsel H.Apendi mengutarakan, program ini diberikan  untuk pegawai berlatar  pendidikan S1 dan S2. “Program  pendidikan merupakan tugas belajar dan izin belajar yang bisa dimanfaatkan untuk semua pegawai ASN di lingkup Pemkot tanpa memandang golongan dan lainnya,” kata Apendi.

Apendi menambahkan, tujuan  program  ini untuk meningkatkan kualitas dan pengetahuan ASN Tangsel. “Pegawai ASN kita ada 4.824 dan  program pendidikan tahun ini baru 26 orang. Jadi seleksi cukup ketat, yang ingin ikut program ini secepatnya mendaftar  ke BKPP, "ujarnya.

Masih menurut mantan Camat ini, program pendidikan ini bekerjasama dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Pegawai yang lolos  tes akan study di dua universitas tersebut selama dua tahun untuk strata S2.

Untuk biaya selama dua tahun 26 peserta dianggarkan Rp 1 miliar. Dengan demikian, tiap orang  dibiayai sebesar Rp 44 juta.

Program pendidikan ini, kata Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, merupakan  program  untuk meningkatkan SDM. “SDM kita harus ditingkatkan karena tantangannya luar biasa. Ini supaya  pengetahuan  dan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan, ” tutur Airin.

Airin berharap pegawai banyak tertarik  tugas belajar ini.“Saya akan siapkan dana. Jika peminatnya lebih banyak tak tertutup kemungkinan  ditingkatkan nominal anggarannya. Saya ingin memiliki pasukan yang luar biasa, " ujar Airin, "Untuk itu saya memilih perguruan tinggi yang akreditasinya bagus."

Airin menekankan, program pendidikan ini direspon positif  para pegawai. Untuk itu alumni Universitas Pajajaran ini  berpesan, program pendidikan   ini diumumkan  agar banyak pegawai yang ikut.

Katanya,  dari quota 26 orang untuk tahun ini, yang mendaftar baru 12 orang.

Namun harap dicatat,  bagi yang ikut  program ini, peserta diharuskan menandatangani Pakta Integritas untuk pengabdian.  Jika pendidikannya  dua tahun diwajibkan mengabdi 4 tahun di Tangsel, tidak boleh pindah ke daerah Lain.
Tunas Integritas 
Workshop Tunas Integritas
Selain program pendidikan, BKPP juga mengadakan kegiatan workshop tunas integritas di Serpong Utara, Kamis (21/2).

Kepala Bidang Pendayagunaan BKPP Tangsel, Afgred Purwanto menyatakan, workshop Tunas Integritas diadakan  untuk membangun integritas agar para peserta memiliki keselarasan  antara pikiran, hati nurani, perkataan, perbuatan dalam melaksanakan tugas.

Dengan keselarasan tersebut diharapkan terbentuk pemerintahan yang baik  yang mampu memberikan pelayanan  masyarakat.

Afgred juga menyatakan, peserta  workshop adalah pejabat struktural Eselon III, yaitu Sekretaris Dinas/Badan dan kepala Bidang, perwakilan dari masing masing OPD sebanyak 1 orang.

"Ada 40 peserta yang mengikuti workshop tunas integritas," kata Afgred seraya mengatakan, kegiatan  berlangsung hingga Jumat (22/2).

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dalam sambutannya mengatakan, tunas integritas bagian dari upaya Pemkot  untuk melakukan perubahan yang lebih baik dalam birokrasi. Untuk itu Tunas integritas harus mampu memainkan perannya dan menunjukan eksistensinya. (Red/ad/hms)