LBH Keadilan Siap Bantu 6 Guru Banten Yang Dipecat Gegara Stiker Prabowo - Sandi

0

Mencoba HP baru tapi kena pecat. 
Cipasera - Pemecatan enam guru SMA N 9 Kronjo, Kab Tangerang oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Prov Banten karena mengacungkan dua jari dan stiker "Prabowo Sandi"  dinilai oleh LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Keadilan terlalu terburu - buru. Sebab keputusan tersebut belum ada keputusan dari Bawaslu, bersalah atau tidak.

"Sebaiknya ada keputusan dari Bawaslu dahulu, baru diputuskan diberhentikan bila memang melanggar. Keputusan Bawaslu dijadikan pertimbangan. Kalau belum diputus Bawaslu itu terburu - buru," kata Ketua LBH Keadilan Tangsel, Abdul Hamim. "Dengan keputusan tersebut BKD berpotensi digugat balik ke PTUN oleh enam guru tersebut."

Hamim menambahkan, status guru honorer juga masih debatable, apakah guru honorer tergolong ASN (aparatur sipil negara)? "Setau saya, honerer bukan ASN. Gaji atau honor dari APBD tidak otomatis tergolong ASN,"kata Hamim. "Bila dianggap ASN, apakah selama ini mendapat gaji dan fasilitas seperti ASN?"

 Hamim juga menegaskan, BKD Banten jangan terburu- buru memecat enam guru tersebut. "Sebaiknya BKD melaporkan saja, apa yang dilakukan tenaga honorer itu ke Bawaslu. Biar Bawaslu yang memutuskan. Nanti kalau diusut, malah jadi ruwet.  Apakah putusan itu murni BKD tanpa pengaruh Gubernur Banten yang kelihatannya dukung No 01?."

Hamim menyatakan, LBH Keadilan siap membantu enam guru honorer bila memerlukan bantuan hukum. "LBH siap membantu hukum siapa saja bila diminta,"kata Hamim.

Seperti diketahui, Kepala BKD Prov Banten Komarudin telah memecat enam guru honorer tersebut. Mereka antara lain guru yang sudah mengajar 2 - 10 tahun. Ada guru olahraga dan matematika.

"Mereka berfoto di sekolah; dan kedua, yang bersangkutan menggunakan atribut pemerintah, termasuk gajinya dari pemerintah dari APBD," kata Komarudin, Kamis (21/3/2019).

Komarudin menceritakan proses pemecatannya, katanya, keenamnya langsung diperiksa kepala sekolah dan Dinas Pendidikan setelah foto pose dukungan politik mereka menyebar di media sosial pada Senin (18/3) lalu. Sehari setelah itu, langsung keluar surat keputusan pemberhentian sebagai guru honorer.

Kabarnya, keenam guru tersebut  mengaku mendapatkan stiker Prabowo-Sandi dari seseorang. Karena ingin mencobahandphone baru, mereka langsung mengambil foto sambil pose dua jari dan memegang stiker. (Red/ts/)