LKPJ Walikota Tangsel, Pendapatan dan PAD 2018 Melampaui Target

0

Walikota Airin Rachmi Dhiany saat menyampaikan LKPJ 2018 (Foto : Tow)
 Cipasera - Pemerintahan Kota Tangerang Selatan selama 2018 telah mencatat sejumlah pencapaian yang menggembirakan,  diantaranya, pelampauan target pendapatan sebesar 2,9 %, kenaikan  PAD ( Pendapatan Asli Daerah) 108,55% dan berhasil melakukan efisiensi belanja  sebesar Rp 371 miliar lebih.

Pencapaian itu merupakan sebagian simpulan yang disampaikan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Dhiany SH.MH dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018, dalam Rapat Paripurna DPRD  Tangsel yang digelar di gedung DPRD Kota Tangsel, Setu, Senin, 25 Maret 2019.

Menurut Airin, pendapatan Pemerintah Kota Tangsel pada Tahun Anggaran 2018 seperti tertuang dalam APBD sebesar 3.120.025.909.741. Dan dapat direalisasi sebesar Rp 3.211.105.498.451 atau mencapai 102,92 %, melampaui target : Rp 91.079.588.710 atau 2,92%.

Tak cuma anggaran. PAD ( Pendapatan Asli Daerah) 2018 juga melampaui target  dari 1.494.034.264.514 yang direncanakan, terealisasi sebesar 1.621.710.653. 274, atau mencapai 108,55%.

Untuk Dana Perimbangan dari target 909.630.944.000 terealisasi Rp 889.139.727.314 atau mencapai 97,75%. Sedangkan Lain - lain Pendapatan Daerah yang Sah dari target Rp 716.360.701.227 terealisasi 700.255.117.863 atau 97,75%.
Penyerahan Buku LKPJ 2018 (Foto: Tow)

Belanja
Dalam Belanja Daerah, Airin Rachmi Dhiany memaparkan, Belanja Daerah  terdiri dari komponen Belanja tidak Langsung dan Belanja Langsung. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan , sedangkan Belanja Langsung  merupakan belanja yang  dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan, baik sebagai urusan penunjang, maupun yang bersifat pelaksanaan pemerintahan, dalam hal ini urusan pilihan yang menjadi kewenangan daerah.

Belanja Daerah Tahun Anggaran 3018 dianggarkan Rp 3.642.462.279.782,24 dapat direalisasi Rp 3.271.441.999.423,65 atau mencapai 89,81%. Belanja Tak Langsung sebesar Rp 949.851.551.818,24 dan dapat direalisasi Rp 895.220.100.668 atau 94,25%, yang terdiri dari Belanja Pegawai  yang direncanakan Rp 846.473 170.600,66, dengan realisasi Rp 801.513.472.363 atau 94,69%.

"Untuk belanja Hibah dari Rp 94.969.300.000 terealisasikan Rp 91.572.265.835," kata Airin .

Alumni Fakultas Hukum Unpad Bandung ini mengungkapkan pula, bahwa untuk  Belanja Bantuan keuangan kepada provinsi/kab/kota dan partai politik dari yang direncanakan Rp 1.940.036. 800 terealisasi sebesar 1.812.891.000 atau 93,45%.Belanja tidak Terduga yang direncanakan Rp 4.344.544.417,58 terealisasi Rp 321.471.470.

"Adapun untuk Belanja Langsung, Rp 2.692.610.727.964 dan dapat direalisasi 2.376.221.898.755,65, atau 88,25%, terdiri dari dari Belanja Pegawai sebesar Rp 413.348. 196.150, dan terealisasi  Rp 394.271.688.273, atau 95,38%," kata Airin.

Selain itu Walikota lulusan magister hukum ini. Belanja  Barang dan Jasa dianggarkan sebesar Rp 1.055.504.281.946 terealisasi Rp 962.021.406.581,65 atau 91,14%.  Untuk Belanja Modal dianggarkan Rp 1.223.758.249.868 terealisasi 1.019.928.803.901 atau 83,34%

"Adapun Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran 2018 sebesar Rp 462.099.869.068,59 yang berasal dari pelampauan target pendapatan sebesar Rp 91.079.588.710 dan efisiensi belanja sebesar Rp 371.020.280.358,59," pungkas Walikota dua periode ini.

Dengan selesainya disampaikan LKPJ tersebut, maka DPRD Kota Tangsel akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2018, untuk  membahasnya.

Dalam penyampaian LKPJ tersebut,  Walikota Airin Rachmi Diany  didampingi oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Sedangkan rapat paripurna  dipimpin oleh Tb Bayu Murdani, Wakil Ketua DPRD dan dihadiri 49 anggota DPRD Tangsel (ADV) *https://www.tangerangselatankota.go.id