Jumlah Penumpang Lebaran 2019 Turun. Hanya Kereta Api yang Naik.

0


Cipasera - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono mengakui, bahwa jumlah pemudik angkutan lebaran 2019 mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Berdasarkan perhitungan Data Sistem Informasi Angkutan Lebaran dan Sarana Transportasi Indonesia (DLSTI) Hingga Sabtu, 8/6/2019, jumlah pemudik H- 7 hingga H+2 turun 17,85% dibanding tahun 2018

Data tersebut akan dianalisis lebih jauh dan lengkap guna mengetahui pengaruhnya terhadap terkendalinya arus mudik dan balik pada tahun ini.

Masih menurut Djoko, hingga H+3 angkutan balik terkendali dan lancar.  Memang dilaporkan semuanya, ada penurunan baik di udara, laut, dan kereta api.

"Informasi ini akan kita olah untuk mengetahui betul,  kita lakukan analisis untuk mengetahui seberapa besar kinerja Angkutan Lebaran 2019," Kata Djoko  di Jakarta, Sabtu, 8 Juni 2019.

Djoko Sasono menegaskan, penurunan signifikan pada Angkutan Lebaran 2019 memang terjadi untuk angkutan udara. Jumlah penumpang angkutan udara pada H-7 hingga H+2 Lebaran 2019 tercatat sebanyak 2.223.042 penumpang, turun 31,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebanyak 3.227.472 penumpang.

Bukan hanya udara, penurunan   juga terjadi untuk angkutan jalan. Dari 2.769.260 menjadi 2.033.177 penumpang, atau turun 26,58 persen. Sedangkan, angkutan penyeberangan turun 8,10 persen, dari 2.753.449 menjadi 2.530.426 penumpang. Angkutan laut juga  turun 0,56 persen, dari 715.376 menjadi 711.348 penumpang.

Peningkatan penumpang hanya terjadi pada moda angkutan kereta api yang naik sebesar 1,93 persen, yakni dari 3.133.282 penumpang menjadi 3.193.898 penumpang. Dengan begitu, total keseluruhan penumpang moda Angkutan Lebaran 2019 H-7 hingga H+2 Lebaran sebanyak 10.692.258 penumpang, sedangkan pada periode yang sama 2018 sebanyak 12.598.839 penumpang. (red/viva)