SBY Berduka

0


Cipasera - Setiap manusia, konon, sudah ditentukan jodohnya olehNya. Dan jodoh itu membuat akan membuat bahagia hidupnya. Keduanya saling mengasihi hingga akhir hayat.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Hj Kristiani  Herawati, SIP agaknya seperti gambaran tersebut diatas. Mereka merupakan pasangan yang awet, harmonis, penuh kasih, bahagia dan dapat dijadikan teladan.

Lihat saja sejak Bu Ani sakit dan dirawat di Singapura, SBY  bergeming sedikit pun pergi sejenak untuk mengurus politik, padahal saat itu intensitas dan dinamika politik pemilu serentak sangat tinggi. SBY lebih memilih duduk mendampingi bu Ani. Seakan tak ada yang lebih penting dibanding mengurus bu Ani.

Tak heran, ketika Buni meninggal dunia 1 Juni 2019 pukul 10.00, SBY tampak berduka sangat dalam.

Itu terlihat saat mantan  Presiden ke-6 RI inicerita detik-detik istrinya mengembuskan napas Terakhir, seperti terekam dalam sebuah video, sesaat Bu Ani wafat di National University Hospital Singapura Sabtu (1/6/2019).

Dalam video itu  tampak jenazah Ani terbaring di atas tempat tidur. Di sekelilingnya ada SBY dan kedua putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Ada juga besannya Hatta Rajasa, serta kedua menantu SBY Annisa Pohan dan Aliya Rajasa, serta cucu SBY.

Di ruangan itu tampak sejumlah pejabat dan mantan pejabat  seperti Djoko Suyanto yang berdiri di samping SBY.

SBY yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam tampak bercerita mengenai detik-detik Ani Yudhoyono meninggal pukul 10.50 waktu Singapura. Matanya tampak sembab dan suaranya lirih bercerita detik - detik  perpisahanya dengan sang istri.

"Tadi kembalinya (Ani Yudhoyono meninggal-red) tenang sekali, di sini juga. Saya bisa berkomunikasi yang terakhir, panjang lebar. Meskipun deep sleep, air matanya di sini," ujar SBY sambil menunjuk ujung pelipis mata kiri istrinya.

"Seolah ada pertautan batin. Air mata saya pun sempat jatuh. Air mata cinta, air mata kasih, air mata sayang. Baru setelah itu kembali...," kata  SBY.

Djoko Suyanto tampak mengelus punggung SBY dan kemudian memeluk berusaha menenangkan SBY. Demikian pula Ibas, dia ikut mengelus lengan kanan ayahnya itu. SBY tampak mengusap pelan dahi dan rambut istrinya.

SBY dalam jumpa pers jelang memberangkatkan jenazah Ani ke Indonesia malam tadi juga cerita bagaimana dirinya sekitar 4 bulan menemani istrinya dalam perawatan di rumah sakit.

Menurut SBY sebenarnya ada banyak keinginan Ani yang hendak diwujudkan jika sembuh dari kanker darah. Namun Allah berkehendak lain.

"Banyak sekali sebenarnya yang ingin dilakukan oleh Ibu Ani kalau sembuh kalau kembali ke Tanah Air, banyak sekali, yang semuanya tentu untuk kepentingan para sahabatnya, saudara-saudaranya masyarakat Indonesia. Tapi Tuhan menakdirkan yang lain. Karena itu saya dan keluarga insyaallah akan mewujudkan mimpi-mimpi, cita-cita dan rencana Ibu Ani yang belum bisa diwujudkan. Sementara itu izinkan saya malam hari ini untuk mengantar Ibu Ani ke Jakarta dan insyaalah setelah disemayamkan di rumah kami di Cikeas besok akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata," ujar SBY dalam jumpa pers di KBRI Singapura.

Hj. Kristiani Herrawati, S.IP. (lahir di Yogyakarta, Indonesia, 6 Juli 1952 – meninggal di Singapura, 1 Juni 2019 pada umur 66 tahun).

Ani Yudhoyono berputra dua orang, yakni Agus Harymurti Yudhoyono dan Edy Baskoro Yudhoyono. Selamat jalan bu Ani.. (Red/ts/dtk)