SD Pondok Jaya 2 Dapat "Sentuhan" CSR Bank

0

Taryono dalam  CSR permata bank
Cipasera- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) Permata Bank merapihkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Jaya 2, Kecamatan Pondok Aren, awal bulan ini.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono, menjelaskan, perbaikan yang dilakukan CSR Bank Permata berupa perpustakaan mini, perbaikan instalasi air, merehab plapon kelas, menata ruang mushola dan tempat wudhu. Tidak hanya itu Bank Permata pun memberikan 4 unit PC untuk sekolah.

“Terima kasih kepada Bank Permata, semoga semakin jaya dan sukses di usianya ke-17 tahun,” kata Taryono.

Taryono berharap dengan adanya CSR ini menjadi motivasi bagi stakeholders untuk terus membantu dunia pendidikan yang ada di Tangsel. Sementara itu untuk para peserta didik bisa belajar dan mengembangkan dirinya lebih baik lagi.

Direktur Utama PermataBank Ridha Wirakusumah mengatakan, bantuan ini merupakan kegiatan CERITA Permata atau Cinta & Empati dari Kita sebuah penggerak aksi sosial Permata Bank yang ditujukan untuk menebar literasi keuangan serempak di 50 Kota. Melibatkan lebih dari 3000 employee volunteers.

“Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan di bawah PermataHati CSR ini ditujukan kepada siswa-siswi sekolah binaan termasuk sekolah luar biasa di seluruh Indonesia dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan komunitas sekolah.”ungkapnya.

CERITA Permata merupakan salah satu wujud aktif Employee Volunteerism dari karyawan dan direksi Permata Bank untuk terjun langsung secara serentak di 50 kota dan menyampaikan edukasi literasi keuangan kepada para generasi penerus bangsa yang ada di TK sampai SMA / SLB.

“Sampai saat ini CERITA telah menggugah semangat lebih dari 3.000 karyawan termasuk seluruh jajaran Direksi Permata Bank untuk berpartisipasi sebagai Employee Volunteer (EVO) dalam upaya kami untuk mengedukasi melalui literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat.

Program CERITA Permata ini juga semakin inklusif dengan melibatkan employee volunteerism di sekolah-sekolah luar biasa bersama anak-anak penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Dengan demikian jangkauan penyebaran edukasi literasi keuangan akan semakin meluas dan berkelanjutan serta akan terus ditingkatkan tiap tahunnya,” pungkas Ridha. (Red/rils)