Lebak Kurang 4000 Guru PNS, Penambahan dari Pusat Cuma Sekira 9%

0
Siswa belajar di lantai di Lebak. (Foto: ant)


Cipasera - Kabupaten Lebak mengalami kekurangan 4.000 tenaga guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) untuk  mengajar pada jenjang pendidikan SD dan SMP. Dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak sudah mengajukan kekurangan guru tersebut  kepada pemerintah pusat agar ada pengangkatan PNS baru.

Hal itu dikatakan Kepala Dindikbud Lebak Wawan Ruswandi saat memperingati Hari Guru, Senin, 25 /11/2019.

Kekurangan guru sebanyak itu sudah tentu berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan di Lebak sehingga perlu adanya penambahan tenaga pendidik.

Wawan memperkirakan,  tiga tahun ke depan dipastikan di Kabupaten Lebak akan terjadi kelangkaan guru,  sebab tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun jumlahnya mencapai ribuan orang,  terutama  guru  PNS yang diangkat  tahun 1980-an.

Masih menurut Wawan,  dengan kelurangan guru seperti itu,  pihaknya setiap tahun mengusulkan,  agar ada pengangkatan guru sekira  2.000 orang untuk menutupi kekurangan yang ada.

Ia menilai, agaknya usulan tersebut belum terpenuhi. Sejak dua tahun terakhir kuota penerimaan guru berstatus PNS relatif kecil sekira 350 orang.

Guna menutup kekurangan,  Dindikbud Lebak  terpaksa mengangkat guru tidak tetap (GTT).
Saat ini, jumlah guru SD dan SMP di Kabupaten Lebak yang berstatus PNS tercatat di atas 6.000 orang.Sedangkan, kekurangan guru yang diperlukan   sebanyak 4800 orang untuk  jenjang SD dan SMP di 28 kecamatan.

Wawan mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Lebak menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang  mensukseskan program pendidikan 12 tahun.

Namun, kekurangan guru tersebut tentu akan menjadi hambatan, terlebih sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Saat ini, kata dia, di sekolah jenjang SD dan SMP masih ditemukan cuma ada dua tenaga pengajar  yang berstatus PNS.

Mereka melayani jumlah rombongan belajar (rombel) ratusan siswa. Idealnya satu guru melayani rombongan belajar sebanyak 25 siswa. (Red/ant)