Gelanggang Amphiteater, Cara Airin Mewadahi Gelaran Seni di Tangsel

0

View  dari GBA, tempat penonton (Foto : TW)
GBA dilihat dari depan (Foto : TW)
Cipasera – Walikota Tangerang Selatan  Airin Rachmi Dhiany,SH MH sangat peduli dengan kehidupan seni budaya di Kota Tangerang Selatan. Itu dibuktikan  oleh  alumni Unpad Bandung  ini  dengan mendirikan  Gelanggang Budaya Amphitheater (GBA)   untuk kegiatan pertunjukan seni  musik, teater, tari atau kegiatan terkait lainnya.

“Sekarang Pemkot  telah menyediakan Gelanggang Budaya , silakan diisi. Bisa pentas apa saja disini. Mari kita kembangkan seni budaya dengan kreatif dan profesional,” kata Airin, suatu kali di GBA, Serpong, beberapa hari usai GBA diresmikan 2018

Airin tak main –main dalam menfasilitasi seniman. Selain GBA  yang berbentuk  panggung arena tapal kuda berkapasitas 600 penonton,  disediakan pula rumah Blandongan yang bisa untuk kegiatan diskusi atau ceramah budaya.  Letaknya pun berdekatan, sekira 50 meter dari  GBA.

Yang unik, GBA  menyatu dengan  Jeletreng Riverpark, yakni  area taman kota yang dilengkapi hutan kota yang dihubungkan jalan dan jembatan mengelilingi dua sisi sungai Jeletreng, turun –naik, yang biasa untuk jogging warga.  Bila dari  GBA  memandang ke belakang  dan kiri- kanan tampak pemandangan elok, sungai Jeletreng dengan sisi berbukit, dimana  jalan setapak sepanjang 600 meter berkelok  naik turun  mengikuti  pinggir kali yang asri.
Aksi band di acara DKTS 
Dengan lokasi menarik dan nyaman, tak heran bila  GBA   langsung disambut antusias banyak pihak. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Taryono MSi mengatakan, gedung  GBA sangat bagus. Posisinya pun mudah dijangkau. Kita harus kreatif dan mengisinya dengan karya - karya berkualitas dan menarik.

"Mari kita buktikan dengan karya. Nanti siswa -siswa Tangsel juga akan meramaikan," kata Taryono tempo hari saat menyambut festival seni DKTS (Dewan Kesenian Tangsel)

Hal senada dengan Taryono,  mantan Ketua Dewan Kesenian Banten Chavchay Syaefullah menyambut gembira dengan adanya  GBA. Katanya,  masyarakat seni di Kota Tangsel sudah lama  menunggu  tempat yang representative untuk  pagelaran seni  pertunjukan di tingkat kota.

“Pemkot Tangsel telah memenuhi keinginan seniman. Sekarang senimannya harus siap mengisi dan berkompetisi dalam  kreativitas. Itu tantangan   dari Pemkot  mesti dijawab,” kata Chavchay lugas.

Chavchay menambahkan, potensi kesenian di Tangsel  sangat besar  untuk berkembang dan mewarnai percaturan nasional. Sebab di kota yang berpenduduk 1,6 juta orang ini memiliki ratusan sanggar seni budaya. Dari data yang pernah  dikumpulkan,   untuk  seni tradisi  Betawi ada  sekira 120 sanggar. Sementara sanggar seni dari daerah lain seperti Jawa, Sunda, Padang dan lain –lain sekira 30 sanggar.

Bukan hanya  sanggar seni tradisi, seni modern pun cukup  banyak. Misalnya, group teater modern, musik, film  dan komunitas pelukis,  juga sastra.  “Jadi Tangsel itu luar biasa.  Seniman beken pun banyak yang tinggal  di Tangsel. Ada Putu Wijaya (sastrawan dan teaterawan), Mira Lesmana, sutradara film, Danarto (sastrawan), Radhar Panca Dahana dan lain -lain. Kalau bisa menghimpun mereka, dahsyat,” tambah Chavchay.

 Besarnya potensi seni budaya Kota Tangsel tampaknya disadari oleh Dinas Pariwisata Tangsel dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Tangsel. Untuk itu,  Dinas Pariwisata akan terus mengembangkan GBA.

“Program ke depan ada rencana menambah panggung terbuka di area sekitar  Jeletreng Riverpark untuk pertunjukan –pertunjukan dengan kapasitas besar. Yang tidak tertampung di GBA, bisa di panggung besar,” kata  Sekdis Perpustakaan dan Arsip Daerah Agus Budi  Darmawan kala masih menjabat Sekdis Pariwisata.

“Yang penting lagi, GBA  dan Jeletreng Riverpark  bisa   dijadikan  tempat wisata unggulan setelah Tandon Ciater," ujar Agus.

Agus benar, GBA  perlu diperluas. “Sebab beberapa bulan dibuka, yang izin menggunakan GBA   sudah terjadwal antri sampai  tiga bulan ke depan.  Sehingga banyak komunitas seni yang ingin pentas harus menyesuaikan jauh- jauh hari.

GBA  terletak di Jalan Raya Viktor, Setu, Kota Tangsel. Lokasinya sekira 3 KM dari  dari Stasiun Commuter Line Rawa Buntu, BSD Serpong ke arah selatan. Tapi bila dari Pamulang bisa dijangkau  lewat Jalan Siliwangi hingga perempatan Jalan Viktor. Dari situ ke kanan, sekira 1,5  KM. Begitu masuk  ke arah GB, kiri -kanan jalan  berderet kios bunga.

Dan beberapa meter  dari kios,  tampak Gelanggang Budaya Amphitheater   Kota Tangerang Selatan, yang di belakangnya dan  kanan - kirinya  membujur jalan paving blok  berkelok  mengkikuti kontur tanah  area Jeletreng Riverpark, taman kota yang  elok,  rindang  seluas 8 Hektar itu. (Teguh)
Airin Rachmi Dhiany