Investasi Di Kab Tangerang Tertinggi. Investor Terbanyak dari Asia
Area industri makin banyak di Kab Tangerang
Cipasera - Kabupaten Tangerang menyalip kota dan kabupaten lain di Banten dalam ivestasi. Pada semester pertama 2026, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tercatat realisasi investasi mencapai Rp 29,04 triliun.
Dengan capain nominal sebesar itu, menurut Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Tangerang Haerudin, Kabupaten Tangerang menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di Provinsi Banten.
"Capaian investasi sebesar Rp 29, 04 trilun menunjukkan tingginya kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Tangerang," ungkap Haerudin kepada wartawan di Tangerang, Rabu 19/8/2026
Dia menyebutkan pula, dari total realisasi tersebut, investasi yang berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 18,74 triliun. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp 10,3 triliun.
Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor, di antaranya perumahan, industri karet dan plastik, perdagangan dan reparasi, transportasi dan pergudangan, telekomunikasi, industri logam dasar dan barang logam, industri kulit dan alas kaki, industri kendaraan bermotor, serta sektor jasa lainnya.
“Jadi, dari total realisasi investasi itu berasal dari dalam negeri dan asing atau PMDN dan PMA,” kata Haerudin.
Masih menurut Dia, investor asing yang menanamkan modal di Kabupaten Tangerang mayoritas berasal dari negara-negara Asia. Lima negara dengan kontribusi PMA terbesar yakni China, Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan. Selain itu, terdapat pula investasi dari Taiwan.
Dengan tingginya realisasi investasi ini selain membawa pertumbuhan ekonomi daerah juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja . “Dari realisasi investasi ini, terdapat 40.149 lapangan kerja untuk masyarakat Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.
Terkait, Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Tangerang Mudji Widodo menambahkan, realisasi investasi hingga semester I 2026 telah mencapai 74,4% dari target tahunan.
Dengan demikian, semester II tinggal mengejar sisa target kurang lebih sekitar Rp 9,9 triliun lagi. (Red/t/hm)
