Ditangkap di Pondok Aren, Suami Ini Bunuh Istri Siri Karena Sakit Hati

Korban pembunuhan saat dilihat aparat.
Cipasera - Pria berusia 41 berisial TH alias Bang Tile dibekuk polisi di Jalan Raya Jombang, Pondok Aren, Tangsel. TH dicokok setelah diduga membunuh mantan istri sirinya berisial I (49) di rumah kontrakannya di Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, peristiwa pembunuhan I bermula saat korban bersama pelaku keluar rumah pada Rabu (15/4) malam. Ada saksi yang melihat, keduanya kemudian pulang ke rumah korban sekitar pukul 00.30 WIB
Tak lama setelah di rumah, terdengar teriakan korban meminta tolong dari dalam kamar. Saat saksi mendatangi rumah korban, pelaku sempat menenangkan. "Pelaku mengatakan bahwa kondisi korban tidak apa-apa," kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).
"Setelah pelaku meninggalkan lokasi, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia," imbuh Budi.
Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra mengungkapkan, Bang Tile saat hendak ditangkap mencoba melawan, petugas pun memberikan tindakan tegas terukur kepada Bang Tile.
"Pelaku diberi tindakan tegas terukur, karena berusaha menyerang petugas dan membahayakan nyawa masyarakat," kata Dimitri kepada wartawan Sabtu (18/4/2026).
Dalam keterangannya kepada aparat, Bang Tile tega membunuh mantan istrinya lantaran sakit hati terhadap mantan istrinya.
Saat ini, tersangka TH diamankan di Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban dan pelaku, satu unit sepeda motor Honda PCX, dua unit telepon genggam, uang tunai hasil penjualan perhiasan milik korban, serta rekaman CCTV yang menguatkan dugaan tindak pidana tersebut.
Polisi menjerat TH dengan Pasal 459 dan/atau Pasal 458 ayat (2) dan/atau Pasal 479 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait pembunuhan berencana subsider pembunuhan dan/atau pencurian dengan kekerasan. (Red/dt)