Pilar Saga Iksan Tinjau Proyek "Rural Urban Undeveloped Area" Seluas 23 Hektare. Warga Keranggan Boleh Usulkan Kampung Tematik

 
   Wakil Walkot Pilar Saga didampingin Hendry Sekdis     Perkimta Tangsel saat meninjau di lokasi proyek. (Foto: tw)

Cipasera - Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Iksan melakukan peninjauan ke proyek  lingkungan Rural Urban Undeveloped Area di lima RW di Kelurahan Keranggan, Setu, Rabu, 8/7/2026.

Pilar Saga didampingi Sekretaris Dinas Perkimta Tangsel Hendry Sumawijaja, Camat Setu, Lurah Keranggan, RT, RW  dan puluhan staf bergerak naik motor dari kantor Kelurahan menuju lokasi yang tanahnya berkontur terjal bergunung. Sesekali Pilar dan rombongan berhenti, menyalami warga dan berdialog. 

Di wilayah RW 01, Pilar berhenti berbincang  dengan ibu- ibu  serta  mengamati  jalan lingkungan yang sempit, urat nadi mobilisasi warga. "Ini jalan akan diperbaiki juga?" tanya Pilar. Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Sekdis Perkimta dan Staf, bahwa jalan akan diperbaiki dengan pemasangan U-Dith ukuran 40 x 40 sepanjang 4 Km untuk meningkatkan kualitas. 

Usai dari tempat tersebut, Pilar bergerak ke tempat lain dengan menuruni jalan menurun terjal, lalu menanjak hingga  ke sebuah lapangan. Diperjalan, Dia mengamati tebing tanah di atas jalan kampung  yang sempit  di pemukiman Koceak. Lantas menyusuri area proyek hingga berakhir di titik nol, tanda akhir proyek  lingkungan dan hunian masyarakat.

Meski menaiki sepeda motor  terasa juga bahwa penataan kawasan di Keranggan ini cukup luas  meliputi area dengan kontur tanah bergelombang. 

"Penataan lingkungan ini mencakup 5 RW dengan luas  23 hektare, " kata Sekdis Hendry.  

Di lokasi titik Nol, RW 2  Pilar Saga Ichsan  mengatakan bahwa  kawasan yang ditinjau adalah area penataan lingkungan yang masuk kategori Rural Urban Undeveloped Area, yakni wilayah transisi antara wilayah pedesaan dan kota yang masih didominasi lahan terbuka, kawasan hutan, atau belum tersentuh pembangunan. Untuk itu kawasan tersebut memerlukan penataan agar memiliki standar lingkungan yang setara dengan kawasan permukiman.

"Penataan kawasan kampung kota ini sudah mulai dikerjakan dan saya minta agar semua yang mengerjakan bekerja maksimal hingga Desember tahun ini, " kata Pilar. "Kami berharap nanti kualitas lingkungan dan hunian masyarakat menjadi lebih baik, lebih rapi, dan lebih tertata."

Secara rinci, Pilar yang menyandang gelar S1 arsitektur ini menjelaskan, program penataan difokuskan pada  infrastruktur dasar yang mencakup pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block, penataan  drainase U-Ditch berukuran 30 x 30 sentimeter dan 40 x 40 sentimeter sepanjang sekitar 4 kilometer. Jalan utama menuju kampung tidak termasuk sebab sudah diaspal tahun lalu. 

Tidak hanya itu, ada  pemasangan dinding penahan tanah (DPT), pembangunan pagar pengaman di titik-titik rawan, pembangunan gapura, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya.

"PJU ini berbeda dengan PJU Tangsel Terang. Jaraknya sekitar 10 - 15 meter  pemasangannya, " ujar Pilar. "Paving block lama di jalan lingkungan akan dibongkar dan diganti dengan paving block baru bermotif tiga dimensi agar kawasan lebih rapi dan menarik. "

Penataan Kampung Keranggan ini  juga membuka peluang  menjadi kawasan tematik berbasis potensi masyarakat seperti kampung di Pondok Aren.  "Warga boleh mengusulkan nama tematiknya. Bisa  melalui konsep UMKM, urban farming, budaya,  maupun potensi lainnya," saran Pilar. .

Seluruh pekerjaan tersebut akan menjangkau lima rukun warga (RW) dan 12 rukun tetangga (RT) di Kelurahan Keranggan seluas 23 hektare dan berbiaya sekira Rp 11 miliar lebih.(red/Ad)




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel