Pembangunan Drainase dan Trotoar Tangsel Bikin Bangkrut Pedagang.

 Trotar dan drainase saat dibangun. (Foto: Ist)

Cipasera –  Mayoritas pedagang dan pemilik usaha yang berada di Jalan Benda Raya, Pamulang Tangsel (Tangerang Selatan) mengeluh lantaran adanya pembangunan pendestrian dan drainase. Pasalnya, selain pembangunan cukup lama, dikerjakaannya berantakan membuat para konsumen lari.

Kekecewaan tersebut terungkap dari   sebuah video yang  viral diunggah akun Instagram @oktobonny. Dalam video ini dikatakan oleh  seorang pedagang akibat pengerjaan trotoar dengan conbloc, trotoar jadi lebih tinggi delapan cm dari  dari tanah. Akibatnya para konsumen yang hendak belanja, kesulitan parkir motor dan mobil. Mereka pun jadi enggan belanja sehingga menyebabkan para pedagang yang mempunyai toko di belakang jalur trotoar itu merugi hingga ada yang bangkrut. 

Yang bikin pedagang tambah  kesal, saat pembangunan, conbloc ditaruh sembarang dan ada sebagian yg tidak terpasang bikin totoar bolong.

“Bakal apaan coba terotoar. Banjir tetep banjir,  macet tetep macet. Mana bangun ini depan toko gue lagi. Udah ngerjainnya lama, ngotorin lagi," kata Okto Bonny salah satu pedagang di video tersebut.  "Gue rugi sampe ada yang berhenti gak mau sewa. " Ini matiin usaha orang tau gak."

Salah satu karyawan warung pecel juga bilang, pihaknya sangat dirugikan. Para pelanggan kesulitan parkir. 

"Waktu masih dibangun, kami terpaksa membuka ruang sebelah untuk parkir motor, karena trotoar dibongkar cukup lama," kata Narto saat dihubungi cipasera.com, Senin 8/1/2024. "Rugi pasti ada. Langganan berkurang. Tapi kami ga menhitung berapa kerugiannya."

Senada dengan Narto, Indry (32), salah satu pedagang saat dijumpai mengatakan, proyek pedestrian tersebut mematikan pedagang UMKM.

“Ya abang liat aja sepanjang jalur pedestrian ini ada banyak yang gulung tikar kan. Karena mereka gak mau memperpanjang sewa toko sebab proyek ini membuat customer tidak bisa parkir dan jadi kumuh,” terang Indry di lokasi.

Indry pun mengaku, selama pengerjaan proyek itu omset nya menurun drastis. Dia pun terpaksa harus merogok kocek untuk memperbaiki halaman tokonya itu.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), tak bisa dijumpai. Kata security,"Pak Robi belum terlihat," kata salah Security di kantor DSDABMBK, Setu, Tangsel  (red/t/bn).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel