TPU Berkonsep Mal di Tangsel Mulai Dibangun. Target 2020 Selesai

0


Cipasera - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan,  pertengahan Maret  2019 lalu sudah mulai membangun mal Taman  Pemakaman Umum  (TPU) Sarimulya, Setu, Kota Tangsel.

"Sekarang sudah dimulai pembangunannya. Tapi baru pada tahap membersihkan rumput dulu. Terus berlanjut untuk pembangunan sarana dan prasarananya," kata Nazmudin, Kasi Pemakaman, Dispekimta Tangsel di kantornya, Jum'at,28/3/2019. " Kami belum lama selesai presentasi dengan bu Walikota. Ditargetkan 2020 selesai."

Nazmudin memaparkan, Mal TPU Sarimulya  merupakan pemakamam umum warga Tangsel, yang dirancang memiliki fasilitas terpadu  yang menyediakan seluruh kebutuhan pemakaman. Dari mulai mobil jenazah, lahan, peturasan,  tempat ibadah, toko kembang hingga layanan makan dan minum. Bukan hanya untuk warga beragama Islam saja, tapi seluruh agama  yang sah diakui Undang- Undang.

Nazmudin selanjutnya menjelaskan,  bila pemakaman "berkonsep mal" ini selesai, semua  warga Kota Tangsel kalau meninggal dunia  akan diarahkan dimakamkan di situ.

"Sebab  semua pemakaman milik Pemkot Tangsel yang tersebar di tujuh kecamatan hampir penuh. Tinggal di Jelumpang yang masih tersedia,  itupun pun tinggal beberapa meter saja," tambah Nazmudin.

Nazmudin memerinci, pemakaman Sari Mulya yang luasnya 20 Ha tersebut nantinya  dibagi arealnya model blok. Blok pemakaman Islam, Nasrani, Budha, Hindu dan agama lain. Dan masing - masing area,  ada tempat ibadahnya, termasuk Rumah Duka dan Rumah Abu.

"Kantor Bidang Pemakaman untuk kami juga disitu supaya mudah  melayani masyarakat," ungkap Nazmudin, "Sarana penunjang  mobil jenazah, penggali kubur, ustad, toko kembang bahkan kantin pun disediakan. Singkatnya, semua fasilitas  untuk pemakaman disediakan," tambah Nazmudin.
Nazmudin memperlihatkan gambar Mal TPU Sari Mulya ( Foto: Tw)

Untuk Blok Islam  akan disediakan 41 ribu lubang. Asumsinya, bisa digunakan puluhan tahun, sesuai rasio kematian penduduk Kota yang meninggal dunia I % per tahun.

Selain itu, diberlakukan sistem pemakaman bertingkat tujuh. Satu lubang bisa untuk tujuh jenazah," papar Nazmudin. "Untuk satu lubang tujuh jenazah harus satu nasab. Jadi ada aturannya yang  sesuai agama."

Dengan adanya mal  pemakaman, masyarakat Tangsel tak lagi repot bila ada keluarga yang meninggal. Warga tinggal mengirim jenazah, proses pemakaman akan dilakukan petugas sesuai permintaan. Mengenai biaya atau restribusi, akan disesuaikan dengan Peraturan Daerah.

"Demikian pula dengan orang yang meninggal tanpa indentitas, akan ada blok tersendiri. Dan tak ada biaya, tentunya," kata Nazmudin.

Masih menurut Nazmudin, riwayat dibangunnya mal TPU Sari Mulya,  selain adanya kebutuhan makam terpadu, juga merupakan pengembangan dari makam yang ada sebelumnya.

"Makam Sarimulya areanya kecil. Tapi setelah sejumlah pengembang membeli lahan untuk wajib fasum dan diberikan kepada Pemkot, jadinya bertambah luasnya,  20 Ha, " kata Nazmudin.

Sekretaris Disperkimta Kota Tangsel Mukodas Syuhada juga mengatakan,  mal TPU Sari Mulya untuk memenuhi kebutuhan pemakaman Kota Tangsel.

Ia menuturkan, mal pemakaman itu penting seiring banyaknya penduduk Tangsel tapi masih sempitnya lahan untuk memakamkan jenazah.

“Lahan semakin sempit sementara kebutuhan makam selalu berlanjut tanpa pernah putus. Caranya dengan seperti ini, satu makam untuk satu keluarga,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie sangat mendukung adanya mal pemakaman. Katanya, hal ini bisa mempermudah pemakaman serta mengurangi kebutuhan lahan TPU di Tangsel. (ADV)