Rakyat Bawah Tolak Wahidin, Pilih Yang Bersih

0


 
Add caption
Serang-Wahidin Halim, mantan Walikota Kota Tangerang tampaknya serius untuk maju lagi sebagai calon gubernur Banten 2017. Ini terlihat beberapa bulan lalu spanduk bertuliskan Wahidin Halim sebagai calon gubernur Banten mulai tampak di beberapa titik di Serang.

Tak hanya itu, sejumlah media lokal malah ramai menggulirkan isu, Wahidin berpasangan dengan  Hazrumy, anak lelaki Ratu Atut, mantan gubernur Banten yang sedang mendekam di balik jeruji besi. Kabarnya, dengan berpasangan dengan Hazrumy, Wahidin akan kuat melawan Petahana Rano Karno.

Tapi itu kata elit. Bagaimana dengan pandangan rakyat biasa seperti pedagang, karyawan, dan kelas bawah lainnya? Sejumlah orang yang dihubungi www.cipasera.com justru berpendapat lain. Katanya, pasangan Wahidin – Hazrumy  akan keok. Pasalnya, Wahidin Cuma kuat di Kota Tangerang. Di enam daerah seperti Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang, Kab Lebak, Cilegon, Serang, Wahidin tak dikenal masyarakat.

“Siapa itu Wahidin, saya tidak kenal. Kami tak akan milih orang yang kami tidak kenal. Apalagi dia bukan wong Banten,” kata  Sahid, pedagang  tahu goreng di Serang. “Hazrumy kami sering dengar. Dia anaknya Bu Atut. Tapi ibunya kan cacat, korupsi.”

Lain lagi pendapat Sinam, karyawan pasar di Lebak. Dia mengatakan, ia sudah punya jagoan tapi dia tak mau menyebutkan namanya. “Yang lain ogah. Aing resep sama  orang sini,” kata Sinam. “Tapi namanya nanti kalau dia nyalon saya kasih tahu. Sekarang jangan. Di amah top.”

Dari sepuluh rakyat biasa yang dimintai pendapat tujuh orang menyatakan ingin gubernur yang usianya muda. Tidak korupsi. Mengerti kehidupan rakyat. “Yang tua dan korup, out saja,” kata Dadang Sahe, karyawan bank.

Lepas dari itu,  sejumlah calon siap menyambut kehadiran Wahidin – Hazrumy.  Gubernur Banten Rano Karno, misalnya, menyatakan dirinya akan mencalonkan diri dalam Pilgub. Ia mengaku siap menghadapi mantan Wali Kota Tangerang itu.
"Tidak ada pilihan lagi, selain duel. Kalau bukan duel ya calon tunggal dong namanya," kata Rano  kepada wartawan Juni lalu.

Rano mengatakan siapapun mendapat kesempatan yang sama dalam Pilgub. Siapapun calonnya, kata Rano, mempunyai hak yang sama untuk dipilih. (TS/BS)