Alih -Alih Bongkar Sindikat Narkoba, Eeh...Haris Malah Tersangka

0



Haris Azhar dalam acara (Foto:Ist)
Maksud hati ingin membongkar sindikat narkotika, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar kini ditetapkan jadi tersangka. Haris seperti kita tahu, ia menulis di jejaring sosial  dan  mengatakan polisi menerima duit sebesar Rp 90 miliar dari bandar narkoba Freddy Budiman.

Haris sendiri mengaku belum tahu  dirinya sudah menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Ia kemarin malam masih tampil di acara ILC TVone. Dan terlihat tetap tenang dan menjawab pertanyaan Karni Ilyas, pemandu acara tersebut dengan lancar. Bahkan ia dalam acara tersebut, ia juga tak mengungkapkan dirinya tersangka.

"Saya dilaporkan TNI dan BNN ke Polisi. Soal tersangka saya belum tahu," kata Haris   kepada Rappler pada Rabu, 3 Agustus 2016 dini hari.


Pelaporan
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar menjawab pertanyaan apakah polisi menetapkan Haris Azhar sebagai tersangka. "Iya, dibuat laporan tadi siang," kata Boy  kepada Rappler melalui pesan pendek pada Selasa, 2 Agustus.

Prosedurnya adalah yang bersangkutan dilaporkan ke polisi. Lalu akan dilakukan pemeriksaan. Jika yang bersangkutan tidak bisa membuktikan tuduhannya, maka polisi akan menetapkan sebagai tersangka.
Dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat 3. Pernyataan Haris dituding mencemarkan nama baik polisi, karena tidak diikuti pembuktian kuat.

Membuat masyarakat takut
Kepala Divisi Pembelaan Hak Sipil Politik KontraS Putri Kanesia membenarkan hal tersebut. "Katanya demikian, sudah diketahui teman-teman di kantor," kata dia saat dikonfirmasi.

Ia menyayangkan tindakan tersebut, karena dapat membuat masyarakat takut untuk melapor. Polisi, kata dia, seharusnya jangan bersikap reaktif atas pernyataan Freddy yang disampaikan pada Haris.
Status Facebook Haris yang memuat informasi tersebut sebenarnya merupakan upaya untuk memberitahukan informasi. Seharusnya, polisi menggali kebenaran cerita tersebut lebih jauh, sebelum memperkarakan Haris.(TS/ Rappler)