Tahun Ini Dinas Damkar Tangsel Tambah Dua Mobil Damkar

0


  
Uci Sanusi, Kadis Damkar  (Foto: Ist)
Cipasera.com- Setiap  kota  yang ada  di Jabodetabek  sekarang ini ancamanya bukan  cuma banjir, melainkan juga kebakaran. Sebab kebakaran pemicunya bisa dari banyak hal. Misalnya, percikan api, konsleting listrik, bahan kimia dan lain –lain.  Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pun tak lepas dari ancaman tersebut.

Untuk itu, Dinas Kebakaran Tangsel  selalu siap mengantisipasi dan turun bila terjadi kebakaran di wilayahnya.   Kadis Kebakaran  Kota Tangsel  Uci Sanusi mengatakan,  Damkar  Tangsel sudah menempatkan  pasukan Damkar di enam wilayah, yakni Ciputat, Pamulang, Setu, Pondok Aren ,  Serpong dan   Melati Mas.

“Di enam titik tersebut setiap titiknya  dilengkapi dua mobil Damkar.  Setiap titik harus mampu mencapai  titik kebakaran 15 menit,” kata Uci Sanusi kepada Cipasera.com, Senin 6/2/2017. “Mengingat  kemacetan di Tangsel  cukup  padat, dalam operasi  tiap posko saling koordinasi, posko terdekat dimaksimalkan lebih cepat sampai di tempat kejadian kebakaran (TKK).”

Problemnya  memang  bila TKK terjadi di perkampungan padat yang  jalan lingkungannya sulit diakses mobil Damkar. “Tapi kami memiliki relawan –relawan Damkar yang dapat melakukan pertolongan  dalam area seperti itu,” jelas Uci . “Kami memang sudah memikirkan  armada motor Damkar untuk operasi di perkampungan dengan jalan sempit.”

Mantan Kepala Badan Penanggulangan   Bencana  Tangsel  tersebut juga menjelaskan.  Pihaknya tetap siap beroperasi  bila TKK di gedung –gedung pencakar bertingkat seperti apartemen. “Peralatan Damkar memang terbatas  mencapai  lantai 15. Tapi gedung tinggi biasanya sudah memiliki managemen kebakaran yang dikelolanya sendiri. Dengan demikian sangat membantu ,”  papar Uci.
 
Diakui Uci, peralatan Damkar  Tangsel masih perlu ditambah. Tahun ini akan ditambah dua mobil Damkar. Dengan penambahan tersebut  Dinas Damkar Tangsel memiliki  14 mobil Damkar. “Penambahan  armada bertahap mengingat harga mobil Damkar cukup mahal. Kita optimalkan yang ada saja,” kata Uci Sanusi . (Ts)