Geger Buku "Subhanallah diganti Subhana Tuhan, MUI Diminta Bertindak

0


Add caption


Cipasera.com – Orang tua murid meminta agar penerbit buku Paramita Publising yang menerbit buku  bimbingan konseling “kontroversial” diproses secara hokum agar  ada efek jera bagi penerbit. Sebab sejauh ini, pelanggaran dan kesalahan  yang timbul  pada buku yang diterbitkan, sanksinya hanya ditarik dari peredaran dan penerbitnya  minta maaf.

“Dengan hanya minta maaf dan buku ditarik dari peredaran tak menyelesaikan persolan. Buktinya hingga kini selalu muncul konten buku bermasalah,” kata Effendi, wali murid yang juga dosen UIN Jakarta. “Beberapa waktu lalu, soal ujaran dan gambar porno terselip. Sekarang kata subbanallah diganti subbana Tuhan. Ini kelihatannya by design. Bukan human error.”

Effendi mengusulkan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  mesti bersikap tegas. Laporkan ke yang berwajib agar penerbit jera sehingga tak “ekperimen”, yang tidak –tidak.  “Kalau Kemendikbud enggan mestinya MUI yang turun. Proses secara hukum,” kata Effendi kepada cipasera.com, Selasa 30/5/2017

Seperti kita ketahui, publik pendididikan dikejutkan oleh  beredarnya buku 'Materi Layanan Klasikal Bimbingan Konseling' yang diterbitkan oleh Paramitra Publishing menimbulkan kontroversi. Sebab  buku yang diedarkan terbatas untuk kalangan guru Bimbingan Konseling (BK) bikin publik   kesal, di halaman 77  memuat kata Subhanallah diganti menjadi Subhana Tuhan dan kata La ilahaillah diganti menjadi La ilaha illa Tuhan.

Menanggapi  keresahan masyarakat,  pimpinan Penerbit Paramitra Publishing, Hani Rochmanuddin menyampaikan, buku yang beredar untuk guru BK se-Indonesia ini sudah ditarik dari peredaran. Pihak penerbit, lanjut Rochmanuddin meminta kepada para guru yang memiliki buku tersebut untuk mengembalikan kepada penerbit.

Rochmanuddin menambahkan, buku yang terlanjur  telah dibeli oleh guru BK tersebut akan diganti seharga nominal yang dikeluarkan untuk membelinya. Selain itu, kata Rochmanuddin, ongkos kirim untuk mengembalikan buku ke penerbitan pun akan sepenuhnya ditanggung oleh Paramitra Publishing.

Rochmanuddin menambahkan bahwa buku yang dikhususkan untuk para guru BK itu tidak dijual di toko buku. Buku tersebut hanya diedarkan di kalangan tertentu saja sebanyak  800 eksplar. (Red/Ts/Mdk)