Jalur Mudik Banten Yang Masih Rusak 20 Persen

0

 
Salah satu jalan propinsi yang rusak


Cipasera.com - 20 persen jalur mudik Lebaran di Provinsi Banten rusak parah sehingga diperkirakan akan hambat laju pemudik. Menanggapi hal itu,  Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Banten berjanji , kerusakan  jalan provinsi  segera diperbaiki. Paling lambat sepekan sebelum Lebaran 2017 sudah selesai. .

"Memang masih ada yang rusak. Lebih-kurang tinggal 20 persen lagi. Tapi satu minggu sebelum Lebaran kami pastikan selesai. Kami fokus ke jalur yang ramai dilalui masyarakat," ujar Kepala DPUTR Banten Hari Suryadi.

Hadi menjelaskan, ada dua pembagian jalur mudik, yakni jalur mudik utama dan jalur mudik alternatif. Untuk jalan provinsi, jalur mudik utama meliputi Serang-Gunung Sari-Mancak-Anyer. Menurut Hadi, kondisi jalan ini cukup baik. "Sekarang sedang ditangani UPT kami. Mereka setiap hari bergerak merawat jalan. Kalau ada drainase mampat, dibersihkan, kalau ada lubang, langsung ditambal," katanya.

Menurut Hadi, jalur mudik provinsi lainnya adalah Palima-Pasar Teneng yang kondisinya sudah dibeton sampai Padarincang. Namun kondisi dari Padarincang sampai Pasar Teneng baru akan dikerjakan. "Lelangnya sudah selesai dan sudah ada pemenangnya. Sepertinya sekarang sudah mulai bekerja. Kami pastikan tahun ini beton sudah sampai Pasar Teneng," ujarnya.

Jalur lain adalah jalur Mengger-Mandalawi yang juga sedang dibetonisasi. Kemudian ada jalur wisata religi, Serang-Lopang-Banten Lama. Hadi mengaku jalan ini lumayan bagus. Ada beberapa titik kerusakan tapi akan segera ditangani. "Untuk jalur mudik di wilayah selatan juga kami pantau. Kami stand by, ada penilik yang terus bergerak. Mereka memantau jalur mudik yang menjadi prioritas kami saat ini," ucap Hadi.

Untuk jalur mudik utama pada jalan nasional, Hadi mengungkapkan, jalurnya meliputi Tangerang-Serang-Merak yang melintasi jalur arteri. Kemudian jalur nasional lainnya adalah Merak-Anyer-Carita-Labuan-Sumur. Kedua jalur ini merupakan jalur nasional yang menjadi andalan pemudik, juga menjadi jalur wisata.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR agar menangani kerusakan jalur mudik ini. Sebab, kalau jalan nasional, kami sifatnya hanya mengimbau. Makanya kami selalu menyampaikan kalau ada kerusakan. Alhamdulillah, pihak kementerian merespons positif untuk menanganinya," katanya. (Red/tmpo)