DINAS BANGUNAN DAN PENATAAN RUANG : Kota Tangsel Kembali Dapat SANIMAS IDB 2017

0

Pemaparan Sanimas IDB 2017 di Kampung Angrek  (Foto: Ist)
Meskipun Kota Tangerang Selatan tergolong kota yang cukup maju dan modern, tampaknya  masih ada area lingkungan  yang memerlukan  pembangunan sanitasi berbasis masyarakat . Ini dikarenakan masih adanya perilaku kurang sehat dari sebagain kecil masyarakat. Dan hal  itu sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah  pusat maupun  pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Seperti kita ketahui, Kota Tangerang Selatan yang dipimpin oleh  Airin Rachmi Dhiany SH.MH pernah mendapat  kegiatan pembangunan  dua titik Sanitasi Masyarakat  (Sanimas)  Islamic Development Bank (IDB)  2014  dan enam titik pada 2015 dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dan pelaksanaan kegiatan terealisasi enam titik, yakni di Kelurahan Parigi dua titik, Kelurahan Jurangmangu dua titik dan kelurahan Kranggan dua titik.

Agar sanitasi hasil kegiataan tersebut dapat dimanfaatkan dan  terpelihara  dengan baik,  maka DINAS BANGUNAN dan PENATAAN RUANG, TANGERANG SELATAN  Mei lalu di Serpong, Tangsel mengadakan Pelatihan Pengurus KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat)  Pengelola Sanimas IDB.            

Adapun pelatihan tersebut, antara lain, memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada KSM  tata cara pengoperasian dan pemeliharaan sarana Sanimas IDB yang terdiri dari, Sistem Pengelolaan Air Limbah Komunal dan Kombinasi Sistem Pengelolaan Air Limbah Komunal dan MCK umum.

Setelah kegiatan tersebut terlaksana, Kota Tangsel  mendapatkan  kembali program Sanimas IDB 2017 dari  Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. 

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sanimas  Dewan Ridwan, ada  26 kota dari 13 provinsi yang mendapatkan program SANIMAS – IDB ini, termasuk Tangsel.

Program ini  targetnya 1800 titik , dibangun prasarana sanitasi  hingga tahun 2019. Adapun untuk Kota Tangsel  mendapat  tiga titik yang  akan dibangun, yaitu dua  titik di Kademangan dan satu titik di Bakti Jaya.

“Tujuan dari program Sanimas – IDB ini adalah untuk meningkatkan kesadaran untuk hidup bersih dan sehat masyarakat, meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kapasitas lembaga masyarakat dalam perencanaan dan pembangunan layanan sanitasi yang berkelanjutan,”  kata Dewan Ridwan di Kampung Anggrek, Serpong 19 Juli lalu.

Selain itu juga untuk menyediakan sarana sanitasi komunal yang berkualitas, berkelanjutan dan berwawasan Iingkungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

“Program Sanimas -IDB dilaksanakan dalam rangka mendukung salah satu upaya pencapala target MDG’s yaitu pada tahun 2015 untuk menaikkan proporsi rumah tangga dengan akses sanitasi layak yang berkelanjutan sebesar 62,41%,” tambah  Dewan.

Sasaran RPJMN 2010-2014 dalam bidang sanitasi yaitu stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) & peningkatan layanan pengelolaan air limbah.

Sementara  sasaran program SANIMAS-IDB ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui upaya peningkatan cakupan layanan sanitasi dengan pendekatan berbasis Masyarakat.

Program ini menargetkan penerima manfaat khususnya adalah masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dan semi perkotaan yang berpenduduk relatif padat, rawan sanitasi, dan diutamakan masyarakat berpenghasilan rendah.

Dana yang disediakan untuk pembangunan prasarana sarana sanitasi bagi setiap lokasi sasaran maksimal sebesar Rp. 425  juta termasuk untuk penyediaan air bersih dan sarana persampahan sebagai komponen penunjang.

Dana digunakan untuk membangun baru infrastruktur sanitasi dengan opsi pilihan sarana, yakni pembangunan ipal komunal dengan sistem perpipaan atau kombinasi ipal komunal dengan sistem perpipaan dan MCK.

Koordinator BKM Kademangan Bambang Premadimengatakan, pembangunan  SANIMAS-IDB ini perlu ada kepastian adanya lahan  yang sesuai dengan persyaratan yang ada.

Namun di Kademangan, Tangsel ada dua lokasi yang memenuhi syarat untuk pembuatan Ipal Komunal, yakni di RT 6 RW 2 dan di RT 7 RW 3. (ADV)